Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Menangkap Akademisi AS Dugaan Spionase

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:17 WIB | Oleh:
Tiongkok Menangkap Akademisi AS Dugaan Spionase Doc: Istimewa
Ket. Penangkapan Min Zin, yang menulis tentang Myanmar dan kebijakan luar negeri Tiongkok, terjadi hanya sebulan setelah kunjungan Trump ke Beijing.

BEIJING - Tiongkok telah menangkap seorang akademisi Amerika Serikat yang menulis tentang Myanmar dan kebijakan luar negeri Tiongkok karena dicurigai melakukan spionase.

Dari The Guardian, Min Zin dicurigai "terlibat dalam kegiatan spionase yang membahayakan keamanan nasional Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada hari Jumat.

Penangkapan warga negara AS atas tuduhan keamanan nasional bukanlah hal yang umum di Beijing, dan kasus ini terjadi hanya sebulan setelah Donald Trump bertemu dengan presiden Tiongkok, Xi Jinping , di Beijing, ketika kedua negara berupaya memperbaiki hubungan mereka yang penuh gejolak.

Seorang aktivis Myanmar mengatakan Min Zin menghilang pada 3 Juni setelah pergi ke Kunming, provinsi Yunnan, Tiongkok, untuk sebuah konferensi. Aktivis tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena takut ditangkap, mengatakan Min Zin telah mengunjungi Tiongkok berkali-kali sebelumnya.

Min Zin adalah seorang aktivis mahasiswa dalam pemberontakan Myanmar tahun 1988 , sebuah gerakan yang dipimpin mahasiswa yang ditanggapi pemerintah saat itu dengan kekuatan militer; ia kemudian mencari suaka di AS. Saat ini ia tidak terlibat dalam pekerjaan aktivisme langsung apa pun, kata aktivis tersebut.

Min Zin mendirikan sebuah lembaga kajian bernama ISP Myanmar, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menulis tentang kebijakan luar negeri Tiongkok dan perdagangan dengan Myanmar, yang terletak di perbatasan barat daya Tiongkok. Lembaga kajian tersebut bertukar gagasan dengan lembaga kajian Tiongkok, dan telah menerbitkan laporan tentang isu-isu seperti ekspor logam tanah jarang Myanmar ke Tiongkok.

Dia juga seorang kandidat PhD di Universitas California, Berkeley.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Jangan Salah Datang! SIM Ke...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.