Antre Pangan Murah secara Daring
📅 Rabu, 11 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
JAKARTA - Guna menghindari kerumunan yang membeludak, masyarakat untuk memperoleh pangan bersubsidi kini harus antre secara daring (online). Pemerintah Provinsi Jakarta memberlakukan mekanismeini untuk lingkup Perumda Pasar Jaya.
"Sekarang diberlakukan antrean pembelian pangan bersubsidi secara online di lingkup Pasar Jaya," kata Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, Selasa (10/10). Sistem ini diambil sebagai respons permintaan anggota DPRD Jakarta,Wibi Andrino. Dia minta Pemprov Jakarta membuat sistem baru untuk pembelianpangan murah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan, antrean pembelian pangan bersubsidi secara daring dimulai pekan kedua Oktober. Antrean dilakukan secara online menggunakan nomor KK dan KTP untuk memperoleh nomor. "Nanti nomor antrean tersebut digunakan pada H+1 di lokasi distribusi," ujar Suharini.
Selain itu, Suharini menyebutkan, mulai pertengahan September lalu, secara bertahap telah ditentukan lokasi distribusi pangan bersubsidi. Contoh, Jakarta Utara dilakukan di Pasar Cilincing, Pasar Kebon Bawang, dan Pasar Pademangan Timur.
Kemudian, Pemprov juga memberlakukan mekanisme penjualan "langsung" ke perusahaan. Hanya, perusahaan tersebut minimal memiliki 100 pekerja. Penjualan langsung akan dilakukan Perumda Pasar Jaya. Pemprov Jakarta mendistribusikan paket pangan murah dengan harga 126.000 sebagai salah satu upaya mengendalikan harga pangan Ibu Kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pangan murah hanya boleh dibeli oleh pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus. Isi paket pangan murah terdiri dari beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu
Sebelumnya, Wibi mendesak Pemprov Jakarta perlu membuat sistem antrean pengambilan pangan murah karena yang mempunyai hak bukan hanya penerima KJP. Namun, juga Pekerja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PLJP), dasawisma, dan sebagainya.
Menurutnya, masih banyak ditemukan warga yang mengantre sejak Subuh. Meski telah antre dari subuh, banyak juga yang tidak mendapatkan pangan murah tersebut karena kehabisan kuota. Ini perlu diperbaiki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!