Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyair Viral Peri Sandi Bawakan Puisi-puisi Politik di LAFEST Minggir #1 Ponpes KH Muwafiq di Sleman

📅 Senin, 09 Okt 2023, 19:47 WIB | Oleh:
Penyair Viral Peri Sandi Bawakan Puisi-puisi Politik di LAFEST Minggir #1 Ponpes KH Muwafiq di Sleman Doc: Istimewa

Literary Art Festival (LAFEST) Minggir #1 pada Sabtu (7/10) di Pondok Pesantren KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq berlangsung meriah dengan penutup acaa yang memukau. Acara yang berlangsung sepanjang hari sejak pagi tersebut ditutup dengan pembacaan puisi oleh beberapa penyair undangan. Namun yang paling mencuri perhatian adalah penampilan penyair viral di TikTok, Peri Sandi Huizche.

Peri Sandi, dengan performanya yang teaterikal, membawakan puisi pertamanya yang berjudul 'Pidato El Banditos Menjelang 2024zzzZZZZ'.

Dengan suara yang lantang dan gerakan tubuh yang penuh perasaan, ia mengajak para penonton untuk menyelami kebusukan politik dalam negeri. Puisinya secara gamblang mengolok-olok banyak komunitas penting tanah air yang dapat diarahkan sesuai kepentingan politik.

Akademisi, wartawan, influencer, seniman, komunitas seniman, bahkan masjid, ulama, dan anak yatim, semuanya bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan politik.

"Sedangkan, masalah akhirat saudara-saudara! Kita hanya perlu mengikuti Langkah Kelima, yaitu taubatan nasuha, sebelum akhirnya nyawa kita diambil," kata Peri sambil mengajak penonton bersama-sama mengucapkan kata-kata umpatan.

Peri Sandi kemudian membacakan puisi 'Sajak Palsu' karya Agus R Sardjono dengan diringi musik karya koleganya seorang warga Rusia. Dengan musik tempo cepat, Peri Sandi benar-benar layaknya seorang performer yang sangat menghibur.

Sebelum Peri Sandi tampil, sejumlah penyair senior juga membacakan puisi-puisi mereka, termasuk Joko Pinurbo yang menghadirkan puisi tentang Gus Dur, Joni Ariadinata, Hamdy Salad, Mutia Sukma, Raudal Tanjung Banua, dan Reky Zakia.

Dalam pidato kebudayaannya, KH Muwafiq, pemimpin Pondok Pesantren Gus Muwafiq, menyampaikan harapannya agar LAFEST Minggir dapat berlangsung secara periodik, bukan hanya setahun sekali, tetapi mungkin setiap tiga atau enam bulan sekali.

Menurutnya, mukjizat tertinggi Nabi Muhammad adalah Al-Quran yang ditulis dalam bahasa puisi. Bahkan ketika mengisahkan peristiwa kiamat atau kematian Firaun, Al-Quran menggunakan bahasa puisi yang sangat indah.

"Saat kita membacakan atau menyanyikan barzanji dalam perayaan Maulid Nabi, itu juga adalah bentuk puisi. Saya ingin acara bersama para penyair ini bisa digelar secara rutin di Pondok Pesantren Minggir," ujarnya.

Joni Ariadinata, seorang penyair senior yang terlibat dalam penyelenggaraan LAFEST Minggir oleh KH Muwafiq, juga berharap agar acara ini dapat mendekatkan dunia pesantren dengan dunia kepenyairan.

"Kyai Muwafiq bahkan berharap penyair-penyair nasional atau bahkan internasional dapat membacakan puisi mereka di sini di masa mendatang. Kami akan berusaha untuk mewujudkannya dalam LAFEST selanjutnya," kata Joni.

Acara LAFEST Minggir #1 pada Sabtu (7/10) tidak hanya menampilkan pembacaan puisi, tetapi juga pentas musik, lomba baca puisi, dan kelas penulisan puisi. Hasil karya dari kelas penulisan puisi ini bahkan akan diterbitkan menjadi buku, semakin memperkaya perbendaharaan seni di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.