Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulawesi Barat Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 05:15 WIB | Oleh:
Sulawesi Barat Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah Doc: antara foto
Ket. Gerakan pangan murah di Mamuju.

MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Pangan Daerah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Suyuti Marzuki pada pelaksanaan GPM di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Selasa (26/5), mengatakan pelaksanaan GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Idul Adha. 

"Menjelang HBKN, biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Karena itu pemerintah hadir melalui GPM agar masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau," kata Suyuti.

Suyuti menyampaikan bahwa permintaan bahan pangan biasanya meningkat menjelang HBKN sehingga pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi agar harga tetap stabil dan terjangkau.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemprov Sulbar kata Suyuti, melibatkan distributor pangan serta Perum Bulog Cabang Mamuju dalam menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, cabai dan sejumlah komoditas lainnya.

"Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibanding harga pasar," katanya 

Pemerintah Provinsi Sulbar tambahnya, berkomitmen terus mendorong penguatan program pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan melalui berbagai langkah strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. 

"Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan," ujarnya.

GPM yang digelar sejak Selasa pagi tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Nur Aini, salah seorang warga Mamuju mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM tersebut. 

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Alhamdulillah gerakan pangan murah ini sangat membantu karena harga di sini lebih murah dibanding di pasar. Apalagi menjelang Idul Adha kebutuhan rumah tangga semakin banyak," kata Nur Aini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.