Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hikayat dan Identitas yang Terenggut

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 07:20 WIB | Oleh:
Hikayat dan Identitas yang Terenggut Doc: AFP/NASA/JHUAPL/SWRI
Ket. Gambar NASA menunjukkan bagaimana para ilmuwan New Horizons telah menggunakan gambar berwarna yang disempurnakan untuk mendeteksi perbedaan komposisi dan tekstur permukaan Pluto.

PLUTO adalah salah satu objek paling terkenal dalam sejarah astronomi modern. Selama puluhan tahun, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan di Tata Surya. Namun pada abad ke-21, statusnya berubah menjadi planet katai (dwarf planet). Perjalanan Pluto dari penemuan hingga penurunan statusnya menjadi salah satu perdebatan ilmiah paling populer di dunia.

Pada awal abad ke-20, para astronom menduga ada benda langit besar di luar orbit Neptunus. Dugaan itu muncul karena adanya ketidakteraturan kecil pada perhitungan orbit Uranus dan Neptunus. Objek misterius itu kemudian dijuluki Planet X.

Untuk mencarinya, Lowell Observatory di Arizona, Amerika Serikat, melakukan pengamatan besar-besaran. Astronom muda Clyde Tombaugh akhirnya menemukan objek baru pada 18 Februari 1930 setelah membandingkan foto langit yang diambil beberapa hari berbeda.

Penemuan itu diumumkan ke publik pada 13 Maret 1930 dan langsung disambut antusias. Objek baru tersebut diberi nama Pluto, usulan dari Venetia Burney, seorang gadis berusia 11 tahun dari Inggris yang menyukai mitologi Romawi. Pluto adalah dewa dunia bawah dalam mitologi tersebut.

Setelah ditemukan, Pluto segera dimasukkan ke daftar planet Tata Surya. Selama lebih dari tujuh dekade, anak-anak sekolah di seluruh dunia diajarkan bahwa Tata Surya memiliki sembilan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Namun sejak awal, Pluto dianggap unik. Orbitnya sangat lonjong dan miring dibanding planet lain. Ukurannya pun jauh lebih kecil dari perkiraan awal. Bahkan kemudian diketahui Pluto lebih kecil daripada Bulan Bumi.

Pada 1978, astronom menemukan bulan terbesar Pluto, yaitu Charon. Penemuan ini membantu ilmuwan menghitung massa Pluto secara lebih akurat dan menunjukkan bahwa Pluto jauh lebih ringan daripada dugaan sebelumnya.

Memasuki akhir abad ke-20, teleskop modern mulai menemukan banyak objek es lain di wilayah luar Tata Surya. Kawasan ini kemudian dikenal sebagai Sabuk Kuiper, daerah luas berisi benda-benda es dan batu di luar orbit Neptunus. Namun ternyata Pluto ternyata bukan satu-satunya objek di sana, melainkan anggota dari populasi besar benda langit serupa.

Penemuan Eris yang Mengubah Segalanya

Pada 2005, astronom menemukan Eris, objek yang ukurannya hampir sama atau bahkan sedikit lebih besar dari Pluto. Penemuan Eris memunculkan pertanyaan penting: jika Pluto disebut planet, apakah Eris juga planet? Jika ya, maka daftar planet bisa terus bertambah seiring penemuan objek baru. Untuk menjawab kebingungan itu, komunitas astronomi internasional merasa perlu membuat definisi resmi tentang apa itu planet.

Pada 2006, International Astronomical Union mengadakan sidang di Prague dan menetapkan definisi baru planet. Menurut keputusan tersebut, sebuah benda langit harus memenuhi tiga syarat untuk disebut planet karena mengorbit Matahari, memiliki bentuk hampir bulat karena gravitasinya sendiri.  Dan dapat membersihkan lingkungan orbitnya dari benda-benda lain.  Pluto memenuhi syarat pertama dan kedua, tetapi tidak memenuhi syarat ketiga.

Planet besar seperti Bumi atau Jupiter memiliki gravitasi dominan di jalur orbitnya. Mereka telah menyerap, melempar, atau mengendalikan benda-benda kecil di sekitar orbitnya. Namun Pluto berbeda, karena berada di Sabuk Kuiper yang penuh objek lain.

Pluto tidak cukup besar untuk mendominasi wilayah orbitnya dan berbagi ruang dengan banyak benda es lain. Karena itulah Pluto tidak lagi dimasukkan sebagai planet utama, melainkan ke kategori baru: planet katai.

Secara definisi Planet katai adalah benda langit yang mengorbit Matahari, cukup besar hingga berbentuk hampir bulat, bukan satelit planet lain, tetapi belum membersihkan orbitnya. Obyek semacam ini selain Pluto adalah Ceres, Eris, Haumea, dan Makemake.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.