Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI 'Chatbot' Snapchat Mungkin Timbulkan Risiko Privasi Bagi Anak-Anak

📅 Minggu, 08 Okt 2023, 18:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI 'Chatbot' Snapchat Mungkin Timbulkan Risiko Privasi Bagi Anak-Anak Doc: ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic

JAKARTA - Snapchat mungkin gagal menilai dengan benar risiko privasi bagi anak-anak dari chatbot kecerdasan buatan (AI) miliknya, kata pengawas data Inggris pada Jumat (6/10) lalu.

Kantor Komisioner Informasi (ICO) mengatakan bahwa jika Snap, perusahaan asal Amerika Serikat, gagal mengatasi kekhawatiran yang diungkapkan oleh regulator dengan memadai, My AI yang diluncurkan pada April, bisa dilarang di Inggris.

"Temuan sementara dari penyelidikan kami menunjukkan kegagalan yang mengkhawatirkan oleh Snap untuk mengidentifikasi dan menilai risiko privasi bagi anak-anak dan pengguna lainnya sebelum meluncurkan My AI," kata Komisioner Informasi John Edwards, disiarkan Reuters, Sabtu (7/10).

Penemuan itu tidak selalu berarti bahwa Snapchat, aplikasi pesan instan yang banyak digunakan oleh kaum muda, telah melanggar undang-undang perlindungan data Inggris atau bahwa ICO akan mengeluarkan perintah penegakan, kata regulator tersebut.

ICO akan mempertimbangkan tanggapan perusahaan tersebut sebelum membuat keputusan penegakan akhir.

Snap mengatakan bahwa mereka sedang meninjau pemberitahuan dari ICO dan bahwa mereka berkomitmen untuk privasi pengguna.

"My AI telah melalui proses tinjauan hukum dan privasi yang kuat sebelum tersedia untuk publik," kata juru bicara Snap. "Kami akan terus bekerja secara konstruktif dengan ICO untuk memastikan bahwa mereka merasa nyaman dengan prosedur penilaian risiko kami," kata Snap.

ICO sedang menyelidiki bagaimana My AI memproses data pribadi dari sekitar 21 juta pengguna Snapchat di Inggris, termasuk anak-anak berusia 13-17 tahun.

My AI ditenagai oleh ChatGPT milik OpenAI, contoh AI generatif yang paling terkenal, yang sedang dipertimbangkan cara untuk mengaturnya di seluruh dunia mengingat kekhawatiran privasi dan keamanan.

Platform media sosial, termasuk Snapchat, mengharuskan pengguna berusia 13 tahun ke atas, tetapi mereka belum sepenuhnya berhasil dalam menghalau anak-anak dari platform mereka. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.