Reality Club Hadirkan Energi Album Keempat Lewat Live Session yang Penuh Spontanitas
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 13:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Ada hal-hal yang hanya bisa terjadi ketika musik dimainkan secara langsung, mulai dari kesalahan kecil, gerakan yang tidak direncanakan, energi yang sulit direplikasi, hingga ketidaksempurnaan yang justru menjadi bagian dari pertunjukan. Hal itulah yang ingin ditangkap Reality Club melalui Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session yang merekam kembali energi album keempat mereka.
Setahun setelah album keempat dirilis, Reality Club menghadirkan Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session pada 11 September 2026 melalui kanal YouTube Reality Club. Dalam sesi tersebut, mereka membawakan 10 dari total 13 lagu yang terdapat dalam album keempat sebagai bagian dari perayaan satu tahun perjalanan album sekaligus memperlihatkan bagaimana lagu-lagu tersebut terdengar ketika dimainkan secara langsung.
Bagi Reality Club, menghadirkan album keempat dalam format pertunjukan langsung bukan sekadar membuat versi berbeda dari lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya. Sejak awal, album tersebut memang dibangun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter kelompok musik yang terbiasa tampil secara langsung, bahkan proses rekamannya juga dilakukan secara langsung.
“Kami ingin menunjukkan seluruh album ini karena konsep album keempat memang sedikit lebih seperti kelompok musik yang tampil secara langsung, bahkan rekamannya juga dilakukan secara langsung. Jadi, kami ingin menjaga format itu, tetapi dalam penyajian yang dipersiapkan dengan baik,” jelas gitaris sekaligus vokalis Reality Club, Faiz Novascotia Saripudin.
Menurut Faiz, pembuatan sesi tersebut juga memiliki momentum yang tepat karena bertepatan dengan perjalanan satu tahun album keempat serta satu dekade perjalanan Reality Club. Format pertunjukan langsung dinilai menjadi cara yang sesuai untuk mempertahankan karakter album sekaligus memberikan pengalaman berbeda kepada para pendengar.
Format tersebut juga membuka kemungkinan baru bagi pendengar untuk memahami album keempat Reality Club. Dari sisi aransemen, tidak banyak perubahan yang dilakukan terhadap versi studio, tetapi perpaduan antara musik, visual, gestur, ruang, dan energi setiap personel membuat pengalaman yang dihadirkan terasa berbeda.
Era Patigo melihat pertunjukan langsung sebagai elemen yang dapat memperluas pesan yang ingin disampaikan Reality Club melalui album keempat mereka. Menurutnya, kekuatan materi musik dalam album tersebut perlu didukung dengan visual dan penampilan langsung agar energi yang dimiliki lagu-lagu tersebut dapat dirasakan oleh pendengar.
“Gue merasa untuk album keempat ini, tentu kami percaya diri dengan materinya secara audio. Tapi kami merasa album ini perlu didukung juga dengan kehadiran visual dan penampilan langsung,” ujar Era Patigo.
Reality Club tidak hanya berusaha menghadirkan energi maksimal ketika membawakan materi mereka, tetapi juga sengaja mempertahankan sisi spontan dan apa adanya dalam pertunjukan. Salah satu momen yang menarik terjadi ketika gitar milik Faiz jatuh saat proses pengambilan gambar berlangsung.
“Ada juga adegan ketika gue salah menaruh gitar terus jatuh. Awalnya kami berdiskusi, ini dipertahankan atau kita pakai pengambilan gambar yang lain, yang tidak jatuh,” jelas Faiz.
Menurut Faiz, mereka akhirnya memilih mempertahankan kejadian tersebut karena momen itu dianggap dapat memperlihatkan energi mentah dan kekacauan yang terkadang muncul dalam sebuah pertunjukan langsung. Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesempurnaan teknis bukan menjadi satu-satunya hal yang ingin ditonjolkan dalam sesi tersebut.
Keinginan untuk menangkap sisi spontan juga terlihat dalam percakapan yang disisipkan di antara penampilan musik. Setelah proses pengambilan gambar selesai, para personel Reality Club mendapat pertanyaan dari sutradara dan diminta menjawab secara spontan tanpa terlebih dahulu menerima daftar pertanyaan.
“Kami hanya ingin menangkap diri kami dalam bentuk yang paling apa adanya melalui sesi pertunjukan langsung dan wawancara. Kalau gue ingat, mungkin ini salah satu pengalaman pertama kami membuat sesi pertunjukan langsung sendiri seperti ini,” kata Faiz.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Reality Club lebih sering mengikuti sesi pertunjukan langsung yang dibuat oleh media atau pihak lain. Kali ini, mereka membuat sesi tersebut secara mandiri dan tidak menjadikannya sebagai rekaman konser, melainkan benar-benar dirancang khusus untuk format pertunjukan langsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!