Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Bensin dan Solar Global Naik Setelah Rusia Larang Ekspor

📅 Sabtu, 23 Sep 2023, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Bensin dan Solar Global Naik Setelah Rusia Larang Ekspor Doc: Antara News
Ket. Ilustrasi pedagang pengecer bensin dan solar.

Moskow - Keputusan Rusia dalam melarang ekspor bensin dan solar bisa memperburuk kekhawatiran soal pasokan sehingga memicu kenaikan harga solar di tingkat global.

Rusia adalah salah satu penghasil minyak terbesar yang mengekspor solar hampir 900 ribu barel per hari dan bensin 100 ribu barel per hari.

Tahun lalu, total ekspor solar negara itu mencapai 35 juta ton dan 4,8 juta ton bensin.

Kedua bahan bakar itu menyumbangkan sebagian besar transportasi Rusia dan banyak digunakan dalam sektor pertanian dan industri.

Meskipun Rusia mengekspor bensin dan solar tidak sebanyak ekspor minyak mentah, embargo ekspor sebelum musim dingin dan kekhawatiran mengenai rantai pasokan membuat pasar semakin gelisah.

Minyak Brent diperdagangkan pada 92,7 dolar AS (Rp1,42 juta) per barel pada Kamis sebelum Rusia membatasi ekspor bensin dan solar untuk menyeimbangkan pasar dalam negeri.

Setelah Rusia melarang ekspor bensin dan solar, penjualan Brent naik 1,9 persen menjadi 94,5 dolar AS (Rp1,45juta) per barel.

Namun, di pasar domestik Rusia, keputusan tersebut menyebabkan harga bensin dan solar turun 5 persen.

Mengingat faktanya hampir semua perusahaan minyak besar Rusia, termasuk Gazprom Neft, Tatneft, dan Surgutneftegaz, mengekspor solar dan bensin, keputusan sementara ini berdampak buruk terhadap perusahaan-perusahan tersebut.

Dalam laporannya September lalu, Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan bahwa berbagai kilang minyak mengalami kesulitan mencukupi permintaan yang terus naik, terutama untuk sulingan.

Pembatasan pasokan minyak yang sedang diterapkan OPEC+, sanksi internasional untuk minyak Rusia, dan rendahnya produksi kilang minyak Eropa dan Asia yang masih jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya, disebut-sebut sebagai faktor yang meningkatkan kekhawatiran tidak memadainya pasokan.

Selain itu, kesenjangan pasokan di pasar dunia diperkirakan akan semakin melebar, terutama sebelum musim dingin, sebagai dampak keputusan Rusia, yang melarang sementara ekspor.

Rusia adalah eksportir bersih solar. Artinya, negara itu memproduksi bensin dan solar lebih banyak dari pada mengkonsumsinya. Namun demikian, kendala-kendala tersebut diperkirakan akan menyebabkan surplus di pasar domestik Rusia, sehingga keputusan yang diambil bersifat sementara.

Wakil Menteri Energi Rusia Pavel Sorokin, mengatakan bahwa meskipun larangan ekspor saat ini tidak terbatas, diharapkan berdampak langsung terhadap pasar.

Sorokin berpendapat bahwa dengan mengambil langkah ini, Rusia dapat memenuhi kebutuhan petani, yang merupakan salah satu konsumen terbesar bensin dan solar di negara itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.