Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daur Ulang Bisa Jadi Solusi Kelangkaan Mineral untuk Energi Terbarukan

📅 Senin, 18 Sep 2023, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Walau begitu, ada konsekuensi tak diinginkan yang bisa saja terjadi seperti rebound effect (efek memantul) atau paradoks Jevon. Penggunaan mineral kritis yang semakin efisien justru akan jauh meningkatkan angka pemakaiannya.

Apabila produk energi bersih menggunakan lebih sedikit material kritis, peningkatan keuntungan akan membuat jumlah produksinya jauh bertambah. Akibatnya, pengurangan pemakaian material per produk tidak akan berperan banyak untuk memangkas permintaan material kritis.

Sebaliknya, penelitian kami menemukan usaha daur ulang produk purnapakai tidak akan mengalami efek memantul tersebut. Pasokan material daur ulang dari produk ini akan melindungi produsen dari naik-turun harga komoditas sekaligus memfasilitasi transisi energi lebih baik lagi.

Usaha menciptakan ekosistem daur ulang membutuhkan usaha lebih besar dibandingkan perubahan desain produk. Produsen akan membutuhkan sistem logistik terbalik yang hemat biaya, pabrik daur ulang, dan infrastruktur untuk mendapatkan kembali produk akhir yang cukup lalu memprosesnya.

Investasi awal yang besar juga akan membutuhkan waktu untuk balik modal, sehingga memaksa perusahaan dan pembuat kebijakan untuk mengadopsi pola pikir jangka panjang.

Namun, masih ada ruang untuk optimisme. Perusahaan rintisan ROSI Solar membuka pabrik daur ulang pertamanya tahun ini. Langkah ROSI menjadikan Prancis sebagai pionir dalam mengekstrak silikon, perak, dan tembaga dengan kemurnian tinggi dari panel surya yang purnapakai.

Demikian pula dengan SOLARCYCLE yang berbasis di AS dapat mendaur ulang 95% material berharga dalam panel surya. Banyak pembuat kendaraan listrik, seperti Tesla, Renault, dan Nissan, memulai proyek daur ulang baterai dan memastikan pasokan kobalt, nikel, dan litium tanpa risiko. Daur ulang memang bisa menjadi jalan menuju energi bersih yang terjangkau.The Conversation

Serasu Duran, Assistant Professor, Operations and Supply Chain Management at Haskayne School of Business, University of Calgary; Atalay Atasu, Professor of Technology and Operations Management, INSEAD, dan Clara Carrera, PhD Candidate in Technology and Operations Management, INSEAD

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.