Gelombang Unjuk Rasa Menentang Bahan Bakar Fosil Melanda Dunia
📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPemerintah dari negara yang bergantung pada pendapatan minyak dan gas, dan berencana menggunakan energi berbasis bahan bakar fosil untuk meningkatkan standar hidup masyarakat miskin, diperkirakan akan menolak usulan tersebut.
Negara-negara kaya juga akan menghadapi tekanan untuk menawarkan lebih banyak dana guna membantu negara-negara berkembang berinvestasi pada energi rendah karbon.
Energi terbarukan lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil dalam hal biaya pengoperasiannya.
Menurut Badan Energi Terbarukan Internasional, meskipun memiliki sumber daya energi surya yang berlimpah, Afrika hanya menerima 2 persen investasi global dalam energi terbarukan selama dua dekade terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, diperkirakan akan meminta pemerintah untuk memperkuat rencana mereka dalam mengurangi emisi yang menyebabkan pemanasan global.
Sebuah laporan PBB pekan lalu memperingatkan bahwa dunia berada pada jalur berbahaya menuju pemanasan global yang parah, dan mengatakan diperlukan tindakan lebih lanjut di semua lini, termasuk penurunan drastis penggunaan listrik berbahan bakar batu bara pada 2030.
Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES), Surya Darma, mengatakan langkah nyata menghentikan penggunaan energi fosil memang harus secepatnya dilakukan agar perubahan benar-benar dirasakan, udara sejuk, dan penyakit bisa dihindari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!