Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Perlambatan Ekonomi Tiongkok Meluas ke Seluruh Dunia

📅 Senin, 28 Agu 2023, 17:25 WIB | Oleh:
Dampak Perlambatan Ekonomi Tiongkok Meluas ke Seluruh Dunia Doc: Istimewa
Ket. Momentum Tiongkok memudar setelah beberapa dekade mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Bloomberg mengkaji mengapa perlambatan Tiongkok dapat menimbulkan dampak buruk di seluruh dunia.


BEIJING - Perlambatan dramatis pada perekonomian Tiongkok yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, menjadi peringatan ke seluruh dunia, setelah sempat diharapkan dapat mendorong sepertiga pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

Dilansir oleh Bloomberg, para pengambil kebijakan bersiap menghadapi goncangan terhadap perekonomian mereka seiring merosotnya impor Tiongkok mulai dari bahan bangunan hingga barang elektronik. Produsen peralatan konstruksi, Caterpillar, mengatakan, permintaan Tiongkok terhadap alat berat yang digunakan di lokasi pembangunan lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Presiden AS Joe Biden menyebut masalah ekonomi ini sebagai "bom waktu".

Investor global telah menarik lebih dari 10 miliar dolar AS dari pasar saham Tiongkok, dengan sebagian besar penjualan dilakukan pada saham-saham blue chips. Goldman Sachs Group dan Morgan Stanley telah memangkas target mereka untuk ekuitas Tiongkok, dan Morgan Stanley juga memperingatkan risiko limpahan ke seluruh wilayah.

Sejauh ini, perekonomian negara-negara Asia terkena dampak paling besar terhadap perdagangan mereka, begitu pula dengan negara-negara di Afrika. Jepang melaporkan penurunan ekspor pertamanya dalam lebih dari dua tahun pada Juli setelah Tiongkok mengurangi pembelian mobil dan chip. Para bankir bank sentral di Korea Selatan dan Thailand pekan lalu menyebut lemahnya pemulihan Tiongkok sebagai penyebab penurunan perkiraan pertumbuhan mereka.

Namun, hal ini tidak semuanya merupakan malapetaka dan kesuraman. Perlambatan yang terjadi di Tiongkok akan menurunkan harga minyak dunia, dan deflasi di Tiongkok berarti harga barang-barang yang dikirim ke seluruh dunia akan turun. Hal ini merupakan keuntungan bagi negara-negara seperti AS dan Inggris yang masih berjuang melawan inflasi yang tinggi.

Beberapa negara berkembang seperti India juga melihat peluang tersebut, dengan harapan dapat menarik investasi asing yang mungkin meninggalkan Tiongkok.

Namun sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, perlambatan yang berkepanjangan di Tiongkok hanya akan merugikan, bukannya membantu, negara-negara lain di dunia. Analisis dari Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan seberapa besar risiko yang dipertaruhkan: Ketika tingkat pertumbuhan Tiongkok meningkat sebesar 1 poin persentase, ekspansi global meningkat sekitar 0,3 poin persentase.

"Deflasi yang terjadi di Tiongkok bukanlah hal yang buruk bagi perekonomian global," kata Peter Berezin, kepala strategi global BCA Research, dalam sebuah wawancara di Bloomberg TV.

"Tetapi, jika negara-negara lain di dunia, Amerika Serikat dan Eropa, jatuh ke dalam resesi, jika Tiongkok tetap lemah, maka hal tersebut akan menjadi masalah, tidak hanya bagi Tiongkok tetapi juga bagi perekonomian global secara keseluruhan," ujarnya.

Berikut adalah gambaran bagaimana perlambatan Tiongkok berdampak pada perekonomian dan pasar keuangan.

Perdagangan merosot

Banyak negara, terutama di Asia, menganggap Tiongkok sebagai pasar ekspor terbesar mereka untuk segala hal mulai dari komponen elektronik dan makanan hingga logam dan energi.

Nilai impor Tiongkok telah turun selama sembilan dari 10 bulan terakhir karena permintaan turun dari rekor tertinggi yang dicapai selama pandemi. Nilai pengiriman dari Afrika, Asia dan Amerika Utara semuanya lebih rendah pada bulan Juli dibandingkan tahun lalu.

Afrika dan Asia merupakan wilayah yang paling terkena dampaknya, dengan nilai impor turun lebih dari 14 persendalam tujuh bulan pertama tahun ini. Hal ini sebagian disebabkan oleh penurunan permintaan suku cadang elektronik dari Korea Selatan dan Taiwan, sementara penurunan harga komoditas seperti bahan bakar fosil juga berdampak pada nilai barang yang dikirim ke Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.