Terlilit Utang, Raksasa Properti Tiongkok Ajukan Perlindungan Kebangkrutan di AS
📅 Jumat, 18 Agu 2023, 15:20 WIB | Oleh: Lili Lestari"Kunci untuk masalah ini adalah menyelesaikan proyek yang belum selesai karena ini setidaknya akan membuat sebagian pembiayaan tetap mengalir," kata Steven Cochrane dari firma riset ekonomi Moody's Analytics.
Dia menambahkan, banyak rumah pra-penjualan tetapi jika konstruksi berhenti, pembeli tidak lagi melakukan pembayaran hipotek, yang menambah beban pada keuangan pengembang.
Awal bulan ini, Beijing mengatakan ekonomi Tiongkok telah tergelincir ke dalam deflasi karena harga konsumen turun pada Juli untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
Pertumbuhan yang lemah bermakna Tiongkok tidak menghadapi kenaikan harga yang mengguncang banyak negara lain dan mendorong bank sentral di tempat lain untuk menaikkan biaya pinjaman secara tajam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Impor dan ekspor negara itu juga turun tajam bulan lalu karena melemahnya permintaan global mengancam prospek pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Angka resmi menunjukkan ekspor turun 14,5 persen pada Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara impor turun 12,4 ppersen.
Awal pekan ini, bank sentral Tiongkok secara tak terduga memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan, dalam upaya meningkatkan perekonomian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!