Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Beberkan Tiga Langkah Capai Target SDG's

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Beberkan Tiga Langkah Capai Target SDG's Doc: ANTARA/HO-Bappenas
Ket. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dalam High-Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development Tahun 2023/High-Level Segment 2023 (HLS) United Nations Economic and Social Council di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Senin (17/7/2023).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa memaparkan tiga langkah untuk memastikan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA) mencapai target Sustainable Development Goal's (SDG's).

"Pertama, multilateralisme adalah kunci untuk mengatasi tantangan pembangunan global. Oleh karena itu, kami akan berusaha untuk mempromosikan sistem multilateral yang efektif, terbuka, transparan, inklusif, dan akuntabel untuk memastikan pencapaian agenda 2030 dan SDG's tepat waktu," kata dia dalam High-Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development Tahun 2023/High-Level Segment 2023 (HLS) United Nations Economic and Social Council di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Senin (17/7), seperti dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa (18/7).

Kedua, menurut Suharso, Indonesia akan memegang janji untuk tidak meninggalkan siapapun dan memprioritaskan mereka yang tertinggal dan yang paling rentan.

Dia mengatakan pemerintah bakal berkontribusi pada pemulihan global yang inklusif, bekerja sama untuk memobilisasi semua sumber pembiayaan SDG's, dan menjembatani kesenjangan kapasitas yang diperlukan guna mencapai SDG's.

"Terakhir, kami akan mengambil tindakan nyata untuk kerja sama internasional yang efektif," ucap Menteri PPN itu.

Untuk mempercepat pencapaian SDG's, pemerintah Indonesia telah melakukan intervensi melalui kebijakan, rencana, dan program pembangunan nasional, serta menyelaraskan dengan prioritas pemerintah daerah, pelokalan SDG's hingga ke tingkat desa dan lintas sektor, dan penguatan kemitraan multipihak.

"Hasilnya, Indonesia mampu mencapai 63 persen dari 222 indikator SDG's," ungkap Suharso.

Pada 2023, Indonesia memimpin keketuaan MIKTA yang bertujuan untuk penguatan tata kelola pemerintahan global, termasuk pemajuan demokrasi, stabilitas, dan pembangunan ekonomi, serta sebagai consensus maker dan jembatan penghubung antara negara-negara berkembang dan maju.

Dia mengutarakan bahwa Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan data untuk memantau kemajuan perubahan yang lebih baik, mengidentifikasi kesenjangan, dan menginformasikan pengambilan keputusan.

Dalam rangka mencapai SDG's, lanjut Kepala Bappenas, Indonesia membutuhkan satu triliun dolar AS hingga 2030. Tantangan pendanaan ini diantisipasi melalui pendanaan inovatif seperti blended finance hingga penerapan Integrated National Financial Framework.

Indonesia turut membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan tangguh. Beberapa area potensial adalah green growth, blue growth, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan transformasi digital.

"Agar kami bisa kembali ke jalur pencapaian SDG's, penting bagi kami untuk tidak hanya memenuhi komitmen yang ada, tetapi juga menawarkan terobosan yang berarti dan menyampaikan tindakan transformatif untuk meningkatkan implementasi SDG's," ujar Suharso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.