Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi B: Ternyata Masalah Ancol Sangat Besar

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Komisi B: Ternyata Masalah Ancol Sangat Besar Doc: ANTARA/Walda
Ket. Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, Rabu (21/6). Dewan menyayangkan selama ini internal Ancol memiliki banyak kasus dan tidak diungkap ke publik.

JAKARTA - Kisruh yang berkembang di PT Pembangunan Jaya Ancol, sepertinya akan panjang karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikannya. "Kita buat Pansus Ancol di Komisi B karena ternyata masalahnya sangat besar," kata anggota Komisi B, Pandapotan Sinaga, saat mengikuti rapat dengan Ancol, Rabu (21/6).

Pandapotan mengaku kaget dengan masalah dalam tubuh Ancol. Selama ini, Ancol tidak pernah membuka kasus tersebut kepada DPRD. Ancol hanya melaporkan keuangan yang sempat memburuk karena pandemi. "Ternyata permasalahan Ancol sangat banyak," katanya. Ini mulai dari mangkraknya pembangunan apartemen, hotel hingga pusat perbelanjaan Ancol Beach City (ABC).

"Mengapa kita sebagai mitra kerja tidak diberitahu kasus ini? Ada apa," tanya
Pandapotan. Sebelumnya, ramai dibicarakan beberapa proyek dalam Ancol mangkrak. Proyek tersebut tidak berjalan dan berujung menimbulkan kerugian.

Masalah bertambah dengan adanya isu dualisme antara perusahaan yang bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol. Karena permasalahan tersebut komisi B DPRD memanggil PT Pembangunan Jaya Ancol.

Mesti Diaudit

Anggota dewan, Suhud Alynudin, minta Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) mengaudit PT Pembangunan Jaya Ancol terkait mangkraknya sejumlah proyek. "Harus ada audit dari BPBUMD biar masyarakat tahu jumlah kerugian," jelas Suhud.

Audit tersebut harus dilakukan lantaran DPRD menganggap ada indikasi pembiaran oleh BP BUMD atas masalah internal Ancol. Dia mengaku baru mengetahui bahwa permasalahan internal Ancol telah terjadi sejak tahun 2004.

Sejauh ini Ancol hanya melaporkan kondisi keuangan yang sempat merugi karena pandemi. Dengan hasil audit tersebut, Suhud berharap BP BUMD bisa mengambil tindakan tegas dengan menindak PT Pembangunan Jaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.