Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbanyak Desa Wisata Buat Dongkrak Ekonomi

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbanyak Desa Wisata Buat Dongkrak Ekonomi Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Salah satu destinasi wisata di Desa Purwabakati, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Sejumlah daerah memanfaatkan destinasi wisata untuk mendongkrak perekonomian, tak terkecuali Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor perbanyak desa wisata demi kejar target angka kunjungan.

Salah satu destinasi wisata di Desa Purwabakati, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Desa wisata bukan sekadar tren, harus dikelola buat tambah keren.

Bogor mengharapkan keberadaan desa wisata dapat mengejar target angka kunjungan wisata mencapai 10 juta wisatawan dalam setahun. "Hingga tahun 2022, jumlah desa wisata meningkat menjadi 55," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi, Minggu.

Menurutnya, salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Disbudpar Kabupaten Bogor, yaitu menggelar Anugerah Wisata Desa 2022 dengan total hadiah 1,3 miliar, sebagai ajang apresiasi bagi desa wisata yang berprestasi.

"Desa wisata bukan sekadar tren, harus dikelola buat tambah keren. Dengan berbagai potensi wisata desa berupa objek dan daya tarik wisata, tata hidup keseharian masyarakat desa, adat istiadat, seni budaya dan sumber daya manusianya untuk diberdayakan," kata Deni.

Jumlah desa wisata awalnya tercatat hanya 25 desa pada tahun 2019, kemudian bertambah menjadi 35 desa pada 2020, lalu 40 desa pada 2021, dan tahun 2022 terdapat 55 desa wisata. Deni menjelaskan, peningkatan target kunjungan wisata itu dilakukan mengingat pandemi sudah mereda, dan tahun 2022 pihaknya mampu mencapai target yang ditentukan, yakni delapan juta wisatawan.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Bogor, kata dia, terjadi sejak tahun 2021, setelah anjlok secara drastis di tahun 2020 akibat pandemi. "Tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 36 persen. Semoga tahun-tahun selanjutnya kembali meningkat," kata Deni pula. Ia mencatat, tahun 2020 angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor anjlok hingga 50 persen menjadi 4,4 juta kunjungan. Kemudian, kembali meningkat di tahun 2021 menjadi 6,08 juta kunjungan.

Padahal, sebelum pandemi, tren angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seperti pada tahun 2017 sebanyak 7,3 juta wisatawan, kemudian tahun 2018 sebanyak 7,5 juta wisatawan, dan tahun 2019 sebanyak 9,4 juta wisatawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.