Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gen Z Mulai Tinggalkan ‘Smartphones’ dan Pilih ‘Ponsel Bodoh’, Fenomena Apa Ini?

📅 Senin, 22 Mei 2023, 13:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gen Z Mulai Tinggalkan ‘Smartphones’ dan Pilih ‘Ponsel Bodoh’, Fenomena Apa Ini? Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Motorola Razr merupakan jenis ponsel lipat yang sangat populer pada pertengahan dekade 2000-an.

Omar H. Fares, Toronto Metropolitan University

Sebuah gerakan kini tengah populer di kalangan Gen Z: meninggalkan smartphone dan kembali menggunakan telepon genggam yang "kurang pintar", seperti ponsel lipat (flip phones) dan ponsel geser jadul. Ponsel lipat yang dulunya populer pada pertengahan 1990an hingga 2000an, kini tampaknya kembali digemari kaum muda.

Meskipun tren ini tampak tak lazim di tengah masyarakat yang sudah begitu bergantung pada teknologi, popularitas sebuah forum di Reddit yang didedikasikan untuk membahas "ponsel bodoh", terus menanjak. Laporan CNBC pun menunjukkan bahwa penjualan ponsel lipat di Amerika Serika (AS) tengah melesat.

Ketertarikan Gen Z terhadap ponsel lipat merupakan bentuk baru dari obsesi kaum muda terhadap estetika dekade 1990an dan 2000an. Fesyen "Y2K", contohnya, kembali diminati semenjak beberapa tahun ke belakang. Penggunaan teknologi antik seperti kamera sekali pakai juga semakin meningkat.

Ada beberapa faktor yang mendorong tren ini, seperti nostalgia dan hasrat untuk menikmati masa lalu yang dianggap ideal, praktik detoks digital, serta kekhawatiran akan keamanan data pribadi.

Kekuatan nostalgia

Nostalgia merupakan emosi kompleks ketika seseorang terhubung dengan perasaan bahagia dari masa lalu yang diidealkan, dengan cara mengingat kenangan-kenangan positif.

Selama bertahun-tahun, para pemasar telah menyadari bahwa nostalgia adalah cara yang kuat untuk membangkitkan emosi positif - sampai-sampai pemasaran nostalgia menjadi strategi pemasaran yang diakui. Metode ini membangkitkan kenangan positif dan perasaan terkait masa lalu, untuk menciptakan keterhubungan emosi dengan konsumen.

Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa nostalgia dapat membuat konsumen rela membayar lebih, meningkatkan ikatan dengan merek terkait, mendorong keinginan untuk membeli serta menaikkan keterlibatan digital dengan merek tersebut.

Nostalgia bisa jadi merupakan faktor pendorong di balik pembelian ponsel lipat karena mampu membangkitkan kenangan terhadap komunikasi seluler di masa lampau.

Namun, pemasaran nostalgia tak hanya menyasar generasi muda. Metode ini juga ampuh untuk menggaet mereka yang tumbuh dengan menggunakan ponsel lawas.

Nokia, contohnya, adalah perusahaan yang paham betul soal ini. Iklan Nokia 2720 V Flip di YouTube menunjukkan bagaimana sebuah merek dapat menggunakan pemasaran nostalgia untuk menarik konsumen dan mendongkrak penjualan.

Ketika generasi yang lebih tua membahas mengenai objek dari masa lalu, mereka kerap mengenang "masa emas". Kolom komentar dari iklan Nokia tersebut, misalnya, menggambarkan pemikiran ini.

Salah satu komen berbunyi: "Ponsel pertamaku adalah Nokia 2760! Itu juga ponsel lipat yang bagus. Ini mendatangkan kembali kenangan yang indah." Pengguna lain berkata: "Aku pasti akan membeli ini hanya demi mengenang masa lalu yang indah. Ketika hidup masih mudah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.