KJP dan KJMU Diperluas, Anak Jakarta Harus Sekolah Setinggi-tingginya
📅 Jumat, 13 Mar 2026, 16:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai ketidakberuntungan yang dialami keluarga kurang mampu.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperluas berbagai program pendidikan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan yang layak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas program sekolah swasta gratis di Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya program tersebut mencakup sekitar 40 sekolah swasta. Pada 2026 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 106 sekolah dan akan terus ditambah pada tahun-tahun berikutnya.
Program ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan di sekolah negeri. Dengan adanya kebijakan tersebut, siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Selain itu, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga terus diperluas cakupannya. Saat ini bantuan pendidikan tersebut telah menjangkau lebih dari 700 ribu siswa di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
KJP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan pendidikan siswa. Bantuan ini digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan belajar seperti perlengkapan sekolah hingga biaya pendidikan lainnya.
Tidak hanya bagi siswa sekolah, pemerintah daerah juga memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program tersebut memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Jakarta.
Saat ini KJMU telah diberikan kepada lebih dari 16 ribu mahasiswa. Bantuan tersebut bahkan mencakup jenjang pendidikan hingga program magister dan doktoral.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya meyakini bahwa untuk memutus rantai ketidakberuntungan keluarga kurang mampu, pendidikan adalah hal yang paling utama. Karena itu, kami memastikan anak-anak Jakarta memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya," ujar Pramono.
Ia menilai pendidikan yang merata akan memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan. Pemerintah daerah juga terus berupaya memperluas akses pendidikan agar tidak ada anak Jakarta yang tertinggal.
Selain fokus pada pendidikan, Pramono juga menyinggung pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis di Jakarta. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan haul bagi para ulama Betawi yang berjasa bagi Jakarta. Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Juni mendatang.
Haul tersebut akan digelar di kawasan Monumen Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi ulama dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Jakarta. Kegiatan itu juga diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni di ibu kota.
"Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, kepedulian, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah, kita dapat terus menjaga Jakarta sebagai kota yang rukun, damai, dan penuh keberkahan," kata Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!