Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sangiran, Situs Manusia Purba Kelas Dunia

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Sangiran, Situs Manusia Purba Kelas Dunia Doc: jatengprov.go.id

Situs Sangiran merupakan situs purbakala kelas dunia yang diakui UNESCO yang mewakili 50 persen temuan dunia. Dengan status desa wisata, tempat ini bukan hanya menawarkan peninggalan masa lalu namun juga atraksi budaya, kuliner, penjualan souvenir, tour guide, hingga homestay yang mensejahterakan masyarakat sekitarnya.

Indonesia memiliki Hari Purbakala Nasional yang diperingati setiap 14 Juni. Hari tersebut diambil dari didirikannyaOudheidkundige Diensatau Dinas Purbakala oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada 14 Juni 1913.

Salah satu cara memperingati Hari Purbakala adalah dengan mengunjungi destinasi wisata purbakala. Desa Wisata Sangiran bisa dikunjungi untuk melihat kekayaan kepurbakalaan masa lalu yang sangat kaya dan beragam.

Hingga saat ini di Situs Sangiran telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil, di mana 2.931 fosil ada di Museum Purbakala Sangiran ini, sementara sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Fosil-fosil tersebut terdiri dari fosil manusia, binatang bertulang belakang, binatang air, batu-batuan, dan alat-alat batu.

Desa Wisata Sangiran sebenarnya bukan desa dalam pengertian administratif. Tempatnya berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tempat ini kini telah menjadi rumah bagi situs sejarah yang diakui oleh UNESCO karena adanya Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan yang merupakanvisitor centerdiantara museum yang lain seperti Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Museum Manyarejo.

Sejak 1996, desa tersebut telah masuk dalam daerah cagar budaya Sangiran dan ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO. Hal ini karena Desa Krikilan merupakan situs arkeologi di Pulau Jawa. Di sini banyak ditemukan fosil manusia purba dan juga hewan purba sehingga harus dilindungi dari kerusakan.

Menurut laporan UNESCO pada 1995, Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. Situs ini disejajarkan bersama situs Zhoukoudian (Tiongkok), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania), dan Sterkfontein (Afrika Selatan), dan lebih baik dalam penemuan daripada yang lain.

Situs Sangiran menyimpan kekayaan fosil-fosil purbakala, mulai dari fosil manusia purba, binatang-binatang purba, hingga hasil kebudayaan manusia praaksara. Sejak dikelola menjadi desa wisata, Desa Wisata Sangain tidak hanya menawarkan situs purbakala namun juga wisata budaya, kuliner, dan kekayaan alam lainya.

Luas Situs Sangiran mencapai 56 kilometer persegi dengan lebar 7 kilometer dan panjang 8 kilometer. Lokasi ini terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten yaitu Kabupaten Sragen di Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe, dan Plupuh. Sedangkan di Kabupaten Karanganyar berada di Kecamatan Gondangrejo.

Fitur penting di situs purbakala Sangiran adanya kubah (dome) berupa gundukan perbukitan yang terbentuk selama jutaan tahun yang lalu. Akibat peristiwa tektonik tanah di kawasan itu mengalami kenaikan, lalu terkikis oleh air angin sehingga isi di dalamnya terekspos.

Dari kubah tersebut diperoleh puluhan ribu fosil dari zaman pleistosen atau lebih dari dua juta tahun yang lalu. Terdapat 50 jenis atau individu temuan fosil jenis hominid purba sebagai asal evolusi manusia di Sangiran. Fosil yang ditemukan di wilayah ini merupakan 50 persen dari temuan fosil di dunia dan 65 persen dari temuan di Indonesia.

Adanya fosil dari jenis hominid atau dalam kategori manusia purba di Sangiran menjadikan tempat ini dianggap menjadi yang terbesar dan terpenting di dunia. Bahkan, para peneliti beranggapan bahwa Sangiran adalah pusat peradaban besar, penting, dan lengkap manusia purba di dunia, karena memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia.

Situs Sangiran menyimpan kekayaan fosil-fosil purbakala, mulai dari fosil manusia purba, binatang-binatang purba, hingga hasil kebudayaan manusia praaksara. Namun, tidak hanya situs purbakala yang potensial, wisata sejarah di Desa Wisata Sangiran juga sangat lekat.

Sumber Air Asin

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.