Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sangiran, Situs Manusia Purba Kelas Dunia

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Yang menarik di Desa Wisata Sangiran yang letaknya di bagian tengah Pulau Jawa terdapat air asin yang sering dikunjungi wisatawan yang penasaran. Sumber mata air asin ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1,8 juta tahun, akibat terjadinya pergeseran lempeng Bumi dan letusan gunung berapi.

Adanya sumber air asin ini menjadi bukti perubahan lanskap Sangiran awalnya lautan yang kemudian berubah menjadi daratan. Ada tiga sumber air asing yang berada di tegalah miliki warga, yaitu di Dusun Pablengan, Desa Krikilan, semua berada di Kec Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Air itu dahulu oleh warga diambil dan dijadikan garam dengan memasarkannya di bawah sinar Matahari. Warga setempat menyebutnyasarem blengatauuyah blengartinya garam bleng. Kata bleng diambil dari Dusun Pablengan.

Daya tarik lainnya Desa Wisata Sangiran adalah Punden Tingkir. Destinasi wisata ini dipercaya sebagai peninggalan Joko Tingkir, karena terdapat sebuah petilasan di dalamnya. Sosok tersebut dikenal dengan nama Mas Karèbèt seorang pendiri sekaligus sultan atau raja pertama dari kesultanan atau Kerajaan Pajang. Dengan gelar Sultan Hadiwijaya, ia memerintah dari tahun 1568-1582.

Desa Wisata Sangiran juga kental dengan kearifan lokal dan nilai budaya yang potensial untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata. Salah satu kesenian unggulan dari desa wisata ini adalah Gamelan Renteng, yang usianya lebih dari satu abad, dan masih digunakan hingga saat ini. Ada juga Tari Gerbang Sukowati yang kaya akan nilai filosofis, serta Tari Bubak Kawah.

Sektor ekonomi kreatif di Desa Wisata Sangiran ternyata tidak kalah potensial. Faktanya, profesi sebagian masyarakat di Sangiran adalah pengrajin batu, kayu, dan bambu menjadi modal utama dalam pengembangan produk ekonomi kreatif.

Beberapa produk ekonomi kreatif dari Desa Wisata Sangiran adalah kerajinan watu, batu akik, kapak purba, watu sangir, watu lurik, kerajinan bambu, patung manusia purba, asbak, hingga gantungan kunci. Selain itu ada juga pakaian tradisional khas dari Sangiran yang kerap dijadikan oleh-oleh yakni iket atau ikat kepala dari kain batik segi empat yang merupakan warisan dari tetua adat.

Dari segi pengembangan produk kuliner, Desa Wisata Sangiran memiliki beragam produk kuliner yang khas. Seperti olahan bukur, tiwul, balung kethek, sego kuning, jajanan pasar, gendar pecel, bubur srintil, sego bancaan, dan kopi purba.

Desa Wisata Sangiran pada 2021 masuk dalam jajaran 50 Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Status desa wisata untuk mengangkat Situs Sangiran. Meski telah ada klaster-klaster museum yang beberapa di beberapa desa, namun keberadaannya belum cukup memberi dampak bagi perekonomian warga sekitarnya.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Krikilan menggagas ide kreatif membentuk Desa Wisata Sangiran. Melalui pengembangan desa wisata ini diharapkan ekonomi masyarakat semakin sejahtera, melalui penjual souvenir, usaha kuliner,tour guide, hinggahomestay. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.