Desain Pesawat Masa Depan yang Ultra Efisien
📅 Jumat, 12 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Desain pesawat baru berupa pesawat jet dengan sayap campuran telah teruji ultra efisien dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat 50 persen. Oleh karena itu sebuah startup JetZero sedang mengembangkan model ini untuk menjadi pesawat standar di masa depan, menggantikan model yang ada saat ini.
Perusahaan rintisan (startup) di California, Amerika Serikat (AS), yaitu JetZero, kini tengah bekerja dengan USAF, National Aeronautics and Space Administration (NASA), dan Federal Aviation Administration (FAA). Kolaborasi dengan kedua lembaga tersebut untuk guna menciptakan pesawat jet berbadan sayap campuran (blended-wing).
Pesawat yang dijadwalkan dapat beroperasi pada 2030, diharapkan dapat menghemat bahan bakar sebesar 50 persen. Selain itu model pesawat ini menyediakan platform yang sempurna untuk pesawat hidrogen bersih.
Terkait dengan desain sayap campuran, Airbus, NASA, dan Boeing, adalah beberapa perusahaan yang telah membangun dan menerbangkan demonstrasi. Namun diantara mereka tidak ada yang berkomitmen untuk membuatnya beroperasi.
Di tengah-tengah antara desain sayap terbang penuh dan bentuk pesawat tradisional, badan sayap campuran menggunakan badan pesawat lebar dan rata yang menyatu dengan mulus ke luar menjadi sepasang sayap lebar. Tidak ada garis pemisah yang jelas memisahkan sayap dari badan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada beberapa keuntungan dari pesawat berbadan sayap campuran yaitu menawarkan daya angkat yang jauh lebih besar daripada bentuk tabung biasa, dan tidak membutuhkan banyak permukaan sayap. Model ini disebut lebih aerodinamis, apalagi pesawat tidak lagi membutuhkan sayap ekor.
Faktor-faktor tersebut membuat berat dan hambatan angin pada badan pesawat dapat dikurangi. Selain itu ada lebih banyak ruang di dalam pesawat untuk digunakan sebagai ruang kargo selain untuk penumpang.
Tata letak tempat duduknya bukan lagi berderet seperti pesawat saat ini namun lebih mirip teater. Mesinnya dapat dipasang di bagian atas, sehingga tingkat kebisingan di dalam kabin maupun di atas tanah jauh lebih rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain jauh lebih ringan, dengan daya angkat yang lebih tinggi, tarikan yang lebih rendah, pesawat dengan desain sayap campuran ini tidak membutuhkan mesin berkekuatan besar yang lebih irit dan tidak bising.
Untuk versi hidrogen, terdapat ruang penyimpanan ekstra ke arah sayap sebagai ruang bagi tangki hidrogen, yang ringan tetapi memakan banyak ruang. Airbus sendiri menggunakan konsep sayap campuran untuk digunakan sebagai pesawat berbahan bakar hidrogen.
Kekurangan
Salah satu kekurangan dari pesawat sayap campuran adalah dimensi sayapnya jauh lebih lebar dari pesawat biasa. Hal ini mengurangi ruang parkir di bandara. Oleh karenanya diperlukan teknologi sayap lipat untuk menghemat ruang.
Kekurangan lainnya penumpang lebih sulit untuk dievakuasi ketika terjadi masalah. Selain itu penumpang berada di titik yang keluar ke samping mengalami sfek rollercoaster yang cukup terasa saat pesawat berbelok karena mereka lebih jauh dari sumbu putar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!