Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Gelar “Risk and Governance Summit” demi Perkuat Tata Kelola Hadapi Risiko Digital

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 18:48 WIB | Oleh:
OJK Gelar “Risk and Governance Summit” demi Perkuat Tata Kelola Hadapi Risiko Digital Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Issabella Watimena

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman siber, penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI), serta ketidakpastian global yang terus berkembang.

Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Risk and Governance Summit (RGS) OJK 2026. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Issabella Watimena, mengatakan tata kelola yang kuat menjadi fondasi untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang baik. Tetapi juga pada tata kelola yang mampu menerjemahkannya menjadi hasil nyata bagi masyarakat," ujar Sophia dalam RGS OJK 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (14/7).

Menurut Sophia, hasil survei OJK terhadap praktisi Governance, Risk, and Compliance (GRC) menunjukkan tiga isu utama yang menjadi perhatian industri. Ketiga isu tersebut meliputi perubahan regulasi, ketidakpastian geopolitik, serta dampak perubahan iklim.

Menurut dia, hasil tersebut sejalan dengan berbagai survei lembaga internasional. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga menunjukkan adanya anomali transaksi yang cukup signifikan di sektor jasa keuangan.

"Kami melihat dari data BSSN bahwa anomali transaksi cukup signifikan. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama secara terintegrasi dan kolaboratif, serta didukung oleh tata kelola dan akuntabilitas yang kuat," kata dia.

Sophia menjelaskan penyelenggaraan RGS 2026 mendapat antusiasme lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta luring mencapai sekitar 700 hingga 800 orang, sedangkan peserta daring melampaui 20 ribu orang atau meningkat lebih dari 25 persen.

Forum tersebut diikuti pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, hingga pelaku UMKM dan komunitas difabel. OJK juga kembali menggelar 'Innovation Paper Competition' bertema 'Building Digital Trust and Ethical Governance for Indonesia's Future'.

Kompetisi tersebut berhasil menghimpun lebih dari 1.000 karya ilmiah. Jumlah itu meningkat sekitar 80 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.