Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ramai Soal Jual Beli Jabatan di Pemprov DKI, Ketua Pemerhati: 'Hoaks'

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 03:05 WIB | Oleh:
Ramai Soal Jual Beli Jabatan di Pemprov DKI, Ketua Pemerhati: 'Hoaks' Doc: Jakarta Terkini

JAKARTA - Isu dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat dan menyedot perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Tuduhan tersebut menargetkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, setelah beredarnya konten video di media sosial yang menarasikan adanya skandal kepegawaian di Balai Kota.

Namun, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto, menegaskan bahwa isu tersebut tidak berdasar dan merupakan kabar bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan untuk merusak citra pejabat publik. Ia menilai pola penyebaran isu ini terlihat terencana, menggunakan platform digital sebagai ruang pembentukan persepsi negatif tanpa dukungan fakta.

Sugiyanto menyampaikan, beredarnya dua video dari akun TikTok Pencari Keadilan secara langsung menyebut nama Chaidir sebagai pihak yang diduga terlibat dalam praktik jual beli jabatan. Menurutnya, konten tersebut sudah menimbulkan kerugian reputasi karena menyerang integritas pribadi sekaligus citra birokrasi Pemprov DKI Jakarta.

“Serangan seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Hoaks seperti ini dapat memecah kepercayaan publik dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari ANTARA News, Rabu (26/11).

Tidak tinggal diam, Sugiyanto mengaku segera menghubungi Chaidir melalui sambungan telepon untuk meminta klarifikasi langsung. Dari percakapan itu, Chaidir dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. “Semua informasi yang beredar itu bohong. Narasi dari TikTok tersebut jelas hoaks,” kata Sugiyanto menirukan jawaban Chaidir.

Ia juga menyoroti cara konten tersebut disusun. Menurutnya, video-video itu sengaja menggunakan kata “dugaan” agar pembuatnya dapat berlindung di balik asas praduga tak bersalah, namun tetap menyisipkan opini yang seolah menggiring masyarakat percaya bahwa tuduhan itu benar. Cara seperti ini disebutnya sebagai pola umum dalam kampanye pembentukan opini negatif atau pembunuhan karakter melalui media digital.

Untuk itu, Chaidir disebut sudah memastikan bahwa kasus ini tidak hanya dijawab dengan bantahan, tetapi juga akan diproses lebih lanjut melalui jalur hukum. Langkah tersebut diharapkan menjadi peringatan bahwa penyebaran disinformasi tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa konsekuensi.

Sugiyanto menilai, kasus ini menjadi bukti bahwa penguatan literasi digital masyarakat sangat mendesak dilakukan. Tanpa kemampuan memilah informasi yang benar, hoaks dapat mencoreng citra institusi, melemahkan kepercayaan publik, dan mengganggu stabilitas pelayanan pemerintahan.

“Ini alarm bagi semua pejabat agar lebih waspada terhadap upaya pembunuhan karakter lewat media sosial. Penegakan hukum terhadap penyebar hoaks harus diperkuat agar tidak menjadi preseden buruk ke depannya,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.