Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Maluku Galakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah di 11 Kabupaten/Kota.

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 10:27 WIB | Oleh:
BKKBN Maluku Galakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah di 11 Kabupaten/Kota. Doc: Antara Foto
Ket. Gerakan ayah mengantak anak sekolah dilakukan di berbagai kota dan kabupaten di Maluku, Senin (13/7).

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggalakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) secara serentak di 11 kabupaten/kota untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan di Ambon, Senin (13/7), mengatakan gerakan tersebut merupakan implementasi program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat peran ayah di lingkungan keluarga.

"Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, tetapi menjadi simbol kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah memberikan rasa aman, dukungan emosional, serta membangun kepercayaan diri anak saat memulai tahun ajaran baru," katanya.

Menurut Edi, GAMAS merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus mengurangi fenomena "fatherless" atau minimnya peran ayah dalam kehidupan anak.

Ia mengatakan berbagai penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan berdampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan prestasi akademik anak. 

Karena itu, momentum hari pertama sekolah dimanfaatkan untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Pelaksanaan GAMAS di Maluku melibatkan balai penyuluhan dan penyuluh keluarga berencana di 11 kabupaten/kota. 

Dalam kegiatan tersebut, para ayah mendampingi anak ke sekolah, berinteraksi dengan guru, serta memberikan motivasi pada hari pertama pembelajaran tahun ajaran baru.

"GAMAS diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Keterlibatan ayah hari ini adalah investasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, percaya diri, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.