Traktor Listrik Otonom untuk Merevolusi
📅 Jumat, 05 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDi tengah kekurangan tenaga kerja para petani yang menua dan generasi mudah yang tidak peduli traktor dapat mengisi kekosongan ini. "Ini akan mengisi lowongan pekerjaan yang tidak dapat diisi," kata Schwager.
Dengan menggunakan kemampuan otonom, misalnya, satu orang dapat mengontrol armada traktor dari sebuah layar untuk mengawasi berbagai tugas yang tersebar di seluruh lahan pertanian. Otomasi juga dapat membantu membebaskan pekerja dari bekerja dalam kondisi buruk, tambah Schwager, dan mendorong petani untuk menerapkan praktik yang lebih hijau.
Traktor opsional pengemudi dapat diprogram untuk pengoperasian otomatis. Dipandu dari jarak jauh alat ini bergerak di ladang atau kebun untuk tugas penyemprotan menggaru dengan bergerak di sepanjang barisan tanaman, membawa perbekalan atau mengangkut hasil panen.
Direktur Layanan Pesisir di Coastal Vineyard Care Associates di Santa Barbara, Domenick Buck, baru-baru ini menambahkan 18 e-traktor ke armada 40 mesin diesel perusahaan pengelola kebun anggurnya. Meskipun menurutnya kapasitas bobot EV terbatas pada alat penarik yang lebih lebar dan lebih berat, penghematan bahan bakar dan fitur otomatis termasuk kemampuan penglihatan pada malam hari yang memungkinkan kerja lapangan berlanjut setelah matahari terbenam semuanya membantu keuntungan, kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Teknologi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran pekerja tentang keamanan pekerjaan. "Pada titik ini, itu bukan pengganti," ungkap Buck. "Dengan mengalokasikan tugas-tugas tertentu, itu melengkapi apa yang sudah kita miliki, membantu meredakan kecemasan atas kelangkaan dan meningkatnya biaya tenaga kerja," imbuh dia. "Sebagai operasi organik dan biodinamik, kami juga memperhatikan [dampak] abadi kami pada properti," kata Buck, "Jadi kami bersemangat untuk mengurangi jejak karbon kami," imbuh dia.
Berkurangnya polusi suara adalah bonusnya. Ketika mesin diesel sangat bergemuruh, traktor listrik cukup senyap cocok sehingga dapat beroperasi kapan saja.
Dengan harga dasar 89.000 dollar AS atau sekitar 1,3 miliar rupiah, e-traktor ini memang lebih mahal dua kali lipat dari traktor konvensional. Namun ongkos operasional yang murah mampu menghasilkan penghematan yang lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Schwager mencatat, bagaimanapun Negara Bagian California menawarkan potongan harga yang murah hati yang dapat menurunkan harga hingga atau lebih rendah dari harga traktor diesel. Monarch Tractor bekerja sama dengan negara bagian lain dan pemerintah federal dalam program serupa, meskipun waktunya masih belum jelas. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!