China Dukung Kelanjutan Perundingan Damai Iran dan Amerika Serikat di Swiss
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 03:40 WIB | Oleh: AlfredBEIJING - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang tengah berlangsung di Swiss. Beijing berharap dialog diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar ini mampu mempersempit perbedaan serta menghasilkan komitmen permanen guna mengakhiri ketegangan militer di Lebanon dan memulihkan stabilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah.
"China mendukung upaya mediasi oleh pihak-pihak termasuk Pakistan dan Qatar. Kami berharap Iran dan AS akan terus melanjutkan pembicaraan, mempersempit perbedaan lebih lanjut, dan berupaya mencapai kemajuan yang baik dalam negosiasi mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya perundingan Iran dan AS yang dimediasi Pakistan dan Qatar di resor Burgenstock, Pegunungan Alpen, Swiss.
Pembicaraan yang dimulai pada Minggu (21/6) itu merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan membuka jalan bagi penghentian permanen konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sebelumnya, pada 14 Juni, Iran dan AS mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog serta negosiasi. MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan itu mencakup penghentian permusuhan di seluruh front, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
Meski demikian, proses negosiasi sempat diwarnai ketegangan. Pada hari yang sama, Trump dilaporkan mengancam akan kembali menyerang Iran apabila Teheran gagal membujuk kelompok pro-Iran di Lebanon agar berhenti "membuat masalah."
"Kami mungkin akan mengambil alih selat itu jika perlu," kata Trump seperti dikutip dalam laporan Fox News.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan tersebut memicu protes dari pihak Iran. Delegasi Teheran dilaporkan melakukan aksi "walk out" dan sempat meninggalkan lokasi perundingan. Ketua tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kemudian mendesak AS agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang dapat mengganggu proses diplomasi.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (22/6) mengatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon dan mengurangi tekanan terhadap perekonomian Iran.
"Mediasi tanpa henti dari Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Pembatasan terhadap ekspor minyak dan petrokimia dicabut, blokade diakhiri, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan program rekonstruksi serta pembangunan besar diluncurkan untuk Iran," kata Araghchi di platform X.
Dalam pernyataan bersama, kedua negara mediator itu mengatakan para pihak sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama yang melibatkan Republik Lebanon untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah dicapai AS-Iran.
"Ujian nyata pertama: mekanisme koordinasi Lebanon," kata Araghchi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!