Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Traktor Listrik Otonom untuk Merevolusi

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Traktor Listrik Otonom untuk Merevolusi Doc: Istimewa

Di tengah berkurangnya generasi petani, sektor pertanian saat ini cukup menghasilkan banyak emisi karbon. Traktor listrik otonom yang mampu bekerja siang maupun malam secara mandiri diharapkan dapat mengubah lanskap pertanian dalam meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi

Sebuah revolusi secara diam-diam bergulir di pertanian Amerika Serikat (AS). Revolusi itu terjadi pada e-traktor sebagai pilihan yang dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memangkas emisi karbon dioksida mengancam terjadinya perubahan iklim.

Teknologi hijau ini dapat mengganti traktor diesel. Selain bebas emisi, e-traktor juga nyaris tanpa suara dan membebaskan sektor pertanian dari bahan bakar fosil yang digunakan untuk menggerakkan traktor diesel.

Dengan memanfaatkan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi robotika, e-traktor opsional pengemudi membantu meningkatkan efisiensi pada semua aspek pekerjaan lapangan. Mulai dari pembibitan dan penyiangan hingga panen dan perbaikan peralatan dan dapat membuka jalan menuju praktik tenaga kerja, lapangan, dan keberlanjutan yang lebih baik.

"Orang tidak lagi perlu bekerja keras seperti halnya bekerja di pabrik. Mesin melakukannya, dan orang-orang ada di sana untuk mengawasinya," kata, salah satu pendiri dan presiden Monarch Tractor yang berbasis di San Francisco Bay Area, Mark Schwager.

Schwager baru-baru ini meluncurkan e-traktor otonom pertama yang dapat bekerja secara mandiri. "Begitulah seharusnya bercocok tanam," kata dia seperti dikutip dari laman Smithsonian Magazine.

Di AS, traktor listrik berakar di California utara, wilayah yang padat pertanian dan teknologi. Pada 2017, Solectrac yang berbasis di Sonoma County meluncurkan model pertama. Meskipun dinilai agak lambat, perusahaan tersebut berhasil menjual sekitar dua lusin kendaraan dalam empat tahun pertama penjualan akhirnya mendapatkan daya tarik tahun lalu, semuanya berkat dibantu oleh hibah negara dan peningkatan kapasitas produksi.

"Perkembangan e-traktor mengikuti industri EV," kata Schwager.

Traktor ini menggunakan produksi baterai lithium-ion, motor, dan komponen penghasil daya. Apalagi Monarch Tractor yang didirikan pada 2018, kurang dari satu jam perjalanan dari pabrik Tesla di Freemont. Hal ini memungkinkannya memasuki basis manufaktur yang sudah mapan.

Nol emisi adalah nilai jual utama dari setiap kendaraan plug-in ini. Tetapi dengan traktor diesel yang memuntahkan karbon dan volume partikulat yang setara dengan 14 mobil, mengganti satu dengan versi listrik dapat memberikan dampak yang sangat besar, tanpa perubahan produktivitas, kata Schwager.

Dengan colokan listrik 220 volt, baterai berukuran otomatis dapat bertahan hingga 14 jam dengan sekali pengisian 5,5 jam. Masa pakainya mencapai 15 hingga 25 tahun tergantung pada frekuensi penggunaan. Aksesoris opsional untuk membawa baterai cadangan memungkinkan pertukaran cepat di lapangan selama operasi intensif daya.

Menghilangkan emisi hanyalah bagian dari paket e-traktor. Dilengkapi dengan kamera sensorik dan antarmuka yang sepenuhnya digital, model debut Monarch Tractor, Mark-V yang ringkas, menggabungkan teknologi EV yang dapat berjalan secara mandiri jika diperlukan.

Pilihan teknologi otonom dilakukan dengan memprogram pengoperasian secara otomatis yang dipandu dari jarak jauh. Saat e-traktor ini berjalan di ladang dan kebun dapat melakukan tugas multitasking seperti penyemprotan, atau menggaru tanah sepanjang barisan tanaman, membawa perbekalan atau mengangkut hasil panen.

Isi Kekosongan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rapat Kerja Komite IV DPD RI dan Pemerintah

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rapat Kerja Komite IV DPD R...
Megapolitan
Jakarta Tak Boleh Kehilanga...
Megapolitan
Pejabat Bogor Turba ke Seko...
Nasional
Audiensi KNRA dengan Pansus...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.