Momentum Pemulihan Ekonomi Meredup
📅 Rabu, 26 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDihubungi pada kesempatan lain, Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan pemerintah harus segera lakukan kebijakan counter cylical melalui penerbitan paket kebijakan karena situasi global bisa memburuk.
Selama dua tahun terakhir, Indonesia masih tertolong oleh booming komoditas ekspor, tetapi begitu prospek pemulihan industri global melemah maka komoditas tidak bisa dijadikan satu-satunya harapan.
Paket kebijakan setidaknya berisi empat poin yakni melanjutkan program bantuan subsidi upah (BSU) untuk mencegah PHK massal, insentif pajak tepat sasaran, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan menjaga stabilitas sektor pangan.
Dari sisi fiskal APBN perlu dilakukan penyesuaian, baik kerangka asumsi makro maupun prioritas belanja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semakin cepat paket kebijakan dirilis maka semakin tebal perlindungan ekonomi Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi global," kata Bhima.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan tren pertumbuhan ekonomi global memang menurun, tetapi Indonesia sedikit unik karena kontributor utama pertumbuhan adalah konsumsi rumah tangga.
Bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1444 H, dia yakin akan terjadi lonjakan konsumsi masyarakat. "Kita tahu konsumsi menyumbang lebih dari 50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dengan kenaikan belanja masyarakat saat ini maka otomatis akan meningkatkan produk domestik bruto," kata Esther.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga yakin kontribusi konsumsi terhadap PDB yang sempat turun dari biasanya rata rata 55-58 persen, menjadi 52 persen pada kuartal I-2023 akan kembali meningkat saat Lebaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!