Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Lonjakan Impor Barang Konsumsi Terutama Pangan

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Lonjakan Impor Barang Konsumsi Terutama Pangan Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pemerintah harus mewaspadai lonjakan barang konsumsi terutama bahan pangan. Nilai impor Indonesia secara keseluruhan pada Maret 2023 tercatat sebesar 29,33 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 20,59 miliar dollar AS. Perlunya mewaspadai lonjakan impor itu karena baik impor komoditas minyak dan gas (migas) maupun nonmigas tumbuhnya cukup signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor migas secara bulanan (month to month/ mtm) naik hingga 30,05 persen menjadi 17,57 miliar dollar AS, sedangkan impor nonmigas juga tumbuh 25,28 persen secara mtm mencapai 3,02 miliar dollar AS.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Machdi, mengatakan kenaikan impor migas disebabkan kenaikan minyak mentah 54,18 persen serta hasil minyak yang juga naik 21,09 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor Januari-Maret 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal 896,5 juta dollar AS. Begitu pula barang konsumsi yang naik 2,73 persen menjadi 125,5 juta dollar AS, sedangkan bahan baku/penolong turun 2,884 miliar dollar AS.

Menanggapi lonjakan tersebut, Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan kenaikan angka impor bisa terus berlanjut usai Lebaran karena adanya kenaikan permintaan domestik baik untuk impor bahan baku, barang modal maupun barang konsumsi. "Kapasitas produksi mulai normal yang berarti pelaku usaha melakukan pembelian bahan baku lebih banyak," jelas Bhima.

Kendati demikian, dia meminta pemerintah mewaspadai fase normalisasi impor karena berisiko tinggi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunkan cadangan devisa. Apalagi di saat yang bersamaan, kinerja ekspor yang berbasis komoditas menyusut.

"Impor juga dipicu pengadaan impor beras yang ditargetkan mencapai dua juta ton sepanjang tahun," kata Bhima.

Sebab itu, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi agar fenomena tersebut tidak berdampak buruk bagi ekonomi nasional.

"Sebaiknya pertimbangkan kembali kebijakan impor pangan terutama beras di saat panen raya. Data produksi dan konsumsi beras harus valid jangan mau dipermainkan oleh pemburu rente," jelasnya.

Pemerintah juga perlu mendorong integrasi rantai pasok antara produsen bahan baku dengan industri pengolahan. Dari pengadaan barang pemerintah, harus segera merealisasikan pembelian 40 persen produk dari dalam negeri terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Barang Konsumsi

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan bahwa kenaikan nilai impor pada Maret sebagian disebabkan oleh pola musiman juga.

Menjelang Lebaran, selalu ada peningkatan permintaan impor. Begitu pula di impor migas pada Februari impor migas turun jauh. Karena Februari rendah kemudian di-cover oleh Maret.

Secara persentase, Faisal justru meminta semua pihak memperhatikan angka penurunan impor barang modal yang meski masih tumbuh, tapi sangat rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.