Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Tekstil: Sunset Industry?

📅 Senin, 10 Apr 2023, 19:24 WIB | Oleh:

Salah satu ciri sunset industry adalah tidak adanya inovasi dari industri tersebut. Sementara industri tersebut selalu mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0 sehingga bukan termasuk sunset industry. Produk TPT yang diproduksi selalu mengikuti trend, dari yang mahal hingga paling murah diupayakan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Industri TPT juga melakukan gebrakan dengan produk benang ramah lingkungan akan berperan besar terhadap masa depan usaha serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Untuk diketahui revolusi industri 4.0 akan mengakibatkan industri terbagi dalam dua kelompok, yaitu sunrise dan sunset industry (Riyadi, 2018). Sunset industry adalah bisnis yang tidak sesuai dengan revolusi industri keempat atau usaha-usaha yang bisa digusur oleh teknologi industri 4.0. Adapun sunrise industry adalah usaha bisnis yang mampu berdaptasi dan sesuai dengan revolusi industri 4.0.

Sekali lagi TPT bukanlah masuk kategori sunset industry karena manusia akan selalu membutuhkan pakaian atau sandang sepanjang hidupnya. Sandang adalah kebutuhan pokok kedua manusia setelah pangan. Seperti diketahui, disamping kebutuhan pangan (primer) dan sandang (sekunder) manusia juiga membutuhkan papan sebagai kebutuhan tersier.

Agar tidak terjerumus menuju sunset industry maka industri TPT harus beradaptasi dengan revolusi industri 4.0. Adaptasi tersebut sekaligus dibarengi dengan kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan produk TPT. Upaya tersebut dapat mendorong kenaikan permintaan produk TPT sebelum permintaan produk TPT mengalami penurunan permintaan karena kejenuhan konsumen. Dengan kata lain, menurunnya permintaan produk dalam siklus hidup produk (product life cycle) dapat dicegah melalui penerapan industri 4.0.

Catatan Penutup

Industri TPT bukanlah sunset industry namun industri TPT harus segera beradaptasi dan menerapkan industri 4.0 agar tidak terjerumus ke dalam sunset industry. Adapatasi termaksud dapat dilakukan dengan penggunaan mesin produksi, pemasaran dan promosi, serta administrasi yang menggunakan system dan teknologi informasi terkini, termasuk artificial intelligence (AI). Jika perusahaan dalam industri TPT tidak menerapkan industri 4.0, maka dipastikan akan terjerumus masuk ke dalam sunset industry.

Industri TPT saat ini sudah mulai mengurangi jam kerja, mengurangi karyawan, bahkan terjadi PHK. Oleh karena itu, perlu segera dipikirkan jalan keluar untuk meminimalkan dampak krisis ekonomi global. Pemerintah diharapkan segera melakukan intervensi untuk mengamankan pasar domestik melalui pengetatan izin impor dan tidak memberikan izin importasi untuk produk TPT yang sudah diproduksi di dalam negeri.

Tantangan industri TPT ke depan semakin besar dengan adanya kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan kebijakan Belt and Road Initiative (BRI) sehingga perlu bersiap diri meningkatkan daya saing dan efisiensinya. Industri TPT juga perlu mempersiapkan diri menghadapi penerapan pajak karbon yang saat ini masih dalam pembahasan teknis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.