Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia Butuh 'Roadmap'
📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 08:16 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupJadi, pengembangan SDM harus in line dengan roadmap pengembangan industri di Indonesia. Industrialisasi kalau kita ingin sebar memiliki daya saing lebih kuat ketika industri bermodalkan SDA Indonesia.
Kira-kira untuk jangka waktu berapa lama roadmap ini?
Roadmap ini harus menyiapkan minimal dalam jangka waktu Indonesia Emas 2045. Akan lebih bagus kalau sampai sekian tahun ke depan, misal 30 tahun ke depan. Pendeknya 5 tahun ke depan. Jadi, ketika kita masuk ke Indonesia Emas 2045, SDM kita sudah sangat bagus in lining dengan infrastruktur dan persiapan-persiapan pengembangan industrialisasi di Indonesia berbasis kekayaan alam kita.
Kalau itu tidak ada, pengembangan industrinya bergerak ke arah A, SDM-nya banyak ke B, saya kira gak match. Itu jadi sangat penting ada in lining ke arah situ.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roadmap ini terkesan sesuatu yang baku, sedangkan di perguruan tinggi sendiri ada Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Apakah keduanya tidak bertolak belakang?
Sebenarnya tidak bersebarangan. Bisa berjalan paralel. MBKM ini di antaranya bagaimana mahasiswa belajar tidak hanya fokus pada keilmuan yang ada di kampus, tapi juga mahasiswa bisa belajar dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang akan mengolah kemampuan mahasiswa untuk memahami apa yang diperlukan oleh DUDI. Ini jadi poin plus.
Pola pendidikan yang ada di perguruan tinggi dalam faktanya lebih cenderung ke arah akademik, pengetahuan, dan akademik lebih kepada filosofi pengembangan ilmu pengetahuan. Kadang-kadang tidak semua relevan dengan DUDI yang ada di zaman sekarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bisa saja itu relevan dengan diimbangi penguatan teknologi ke depan. Sehingga perguruan tinggi ke depan lebih menyiapkan bagaimana generasi-genarsi yang ada sekarang memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar untuk terus-menerus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan belajar sepanjang hidup atau long life learning.
Setelah dua tahun lebih berjalan, menurut Anda apa saja yang harus dibenahi dan ditingkatkan dalam MBKM?
Konsepnya bagus, kita di UB sebelum ada MBKM sudah menyusun kurikulum yang mirip dengan MBKM itu. Kita melihat mahasiswa harus diekspos untuk bekerja sama dengan stakeholder pengguna alumni kita yaitu DUDI. Nah, so far setelah 2 tahun berjalan baik. Banyak sekali positifnya bisa kita peroleh.
Beberapa hal perlu ditingkatkan yaitu pertama, konsep-konsep dari Mas Menteri luar biasa progresif, ke depan perlu diimbangi dengan tata kelola administratif. Ini kadang-kadang belum bisa mengikuti lompatan-lompatan pemikiran dari kebijakan Mas Menteri, sehingga perlu in lining dengan tata kelola administrasinya.
Menurut Anda, bagaimana dengan proses keberlanjutan MKBM?
Saya kira konsepnya bagus, kita melihat ini sangat memungkinkan untuk terus dijalankan ke depan. Di UB sendiri karena mahasiswa kita banyak dan prodi kita banyak sekali, maka kita dorong semua prodi untuk ambil bagian di seluruh program MBKM itu, tergantung passion masing-masing. Ada yang kampus mengajar, ada kuliah ambil kredit di luar kampus, kerja dengan industri, membangun desa, keseluruhan kita fasilitasi sehingga kita melihat passion dari mahasiswa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!