Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia Butuh 'Roadmap'
📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 08:16 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupPada prosesnya harus in lining dengan prodi yang diampu. Jangan sampai kegiatan-kegiatan MBKM tidak bisa direkognisi karena telah menjauh dengan keahlian bidang keilmuannya.
Kita ada pendampingan di setiap fakultas di level universitas ada tim MBKM. Ini memberikan panduan arahan bagaimana MBKM berlangung, termasuk merekognisi, dan membangun jejaring dengan DUDI sehingga mahasiswa terfasilitasi dengan program MBKM ini.
Salah satu visi Anda sebagai rektor adalah internasionalisasi kampus. Di sisi lain, Mas Menteri juga mendorong perguruan tinggi meningkat dalam ranking internasional. Bisa dijelaskan terkait internasionalisasi kampus tersebut?
Ranking itu salah satu cara bagaimana kita mengukur kualitas pendidikan kita. Jadi, itu bukan sesuatu yang urgent, tapi sebagai tolok ukur saja. Kita tidak fokus pada ranking, tapi aktivitas untuk memperbaiki sistem pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyrakat, sistem humas kita, dan kerja sama bersama kolega baik di dalam maupun luar negeri, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perbaikan-perbaikan di lini itu diharapkan proses pendidikan di kampus berjalan lebih baik. Mahasiswanya bisa mendapatkan pengetahuan ilmu dan kultur menjadi lebih baik. Sehingga output-output kegiatan di universitas misal IPK bagus, TOEFL bagus, lulusnya juga tepat waktu, dan setelah lulus dia bisa bekerja. Penelitian juga begitu, publikasinya ada, patennya ada, dan kolaborasi dengan industri. Kita fokus pada itu sebenarnya.
Kita juga meningkatkan kualitas pendidikan kita agar diakui dunia internasional bahwa pendidikan kita juga setara dengan pendidikan di luar negeri. Kita masuk dalam program studi di samping terakreditasi oleh badan akreditasi di Indonesia juga terakreditasi oleh badan akreditasi internasional. Kalau sudah itu berarti kualitas pengajaran di tempat kita sudah diakui setara dengan pendidikan di luar negeri.
Untuk target internasionalisasi di UB seperti apa?
Sebaiknya Anda baca juga:
Targetnya tentu sistem pendidikan tata kelola universitas kita diakui oleh universitas. Kualitasnya bagus, salah satu indikator adalah kerja sama internasional kita meningkat. Jumlah prodi terakreditasi oleh lembaga internasional juga meningkat. Mahasiswa asing kita juga ada, tidak harus sekolah di kita, tapi mahasiswa luar negeri belajar dalam waktu tertentu semakin baik. Karya ilmiah dan dosen kita banyak diakui oleh orang-orang luar negeri.
Salah satu di antaranya, posisi universitas kita di beberapa pemeringkatan universitas bisa lebih baik. Banyak lembaga pemeringkatan itu.
Ada anggapan kolaborasi dengan industri mempersempit tujuan pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Bagaimana tanggapan Anda?
Menurut saya tidak tepat. Khusus perguruan tinggi di mana pun kolaborasi dengan industri menjadi kebutuhan mendasar. Perguruan tinggi ini diharapkan pada inovasi yang menghasilkan teknologi. Kalau tidak dipakai di industri, buat apa?
Kita berpartner dengan industri bukan hanya memenuhi kebutuhan industri, tapi berpartner menyelesaikan masalah-masalah di industri. Perguruan tinggi akan melakukan riset mendalam menghasilkan inovasi-inovasi menyelesaikan masalah yang ada. Justru nilai akademis dan pengabdiannya juga akan tinggi.
UB merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Ada anggapan juga status tersebut merupakan ajang komersialisasi kampus. Bagaimana tanggapan Anda?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!