PBB Peringatkan Pemakaian Air yang Boros Akan Mendorong ke Krisis Air Global
📅 Kamis, 23 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SConnor menyebutkan kekurangan itu memiliki dampak paling signifikan pada orang miskin. "Di mana pun Anda berada, jika Anda cukup kaya, Anda akan mendapatkan air," katanya.
Laporan tersebut mencatat dampak khusus dari persediaan air yang terkontaminasi karena sistem sanitasi yang tidak berfungsi dengan baik atau tidak ada.
"Setidaknya dua miliar orang (secara global) menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi tinja, membuat mereka berisiko tertular kolera, disentri, tifus, dan polio," katanya.
Jumlah yang tinggi itu bahkan tidak memperhitungkan polusi dari obat-obatan, bahan kimia, pestisida, mikroplastik, dan bahan nano. "Untuk memastikan akses ke air minum yang aman untuk semua pada tahun 2030, tingkat investasi saat ini harus dinaikkan tiga kali lipat," kata laporan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan itu memperingatkan, ekosistem air tawar, yang selain air, menyediakan sumber daya ekonomi yang menopang kehidupan dan membantu memerangi pemanasan global adalah yang paling terancam di dunia.
"Kita harus bertindak sekarang karena kerawanan air menggerogoti ketahanan pangan, keamanan kesehatan, ketahanan energi atau pembangunan kota dan masalah sosial," kata utusan khusus Belanda untuk air, Henk Ovink, kepada AFP.
"Sekarang atau tidak sama sekali seperti yang kita katakan -kesempatan sekali dalam satu generasi," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!