Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makassar Jadi Tuan Rumah Lokakarya APEC Pengelolaan Kesehatan Anak

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Makassar Jadi Tuan Rumah Lokakarya APEC Pengelolaan Kesehatan Anak Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin

MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi penunjukan Kota Makassar sebagai tuan rumah lokakarya "Managing Child Health for Healthcare Workforce" yang diselenggarakan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami mengapresiasi ditunjuknya Kota Makassar sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini dan menjadi momentum strategis untuk merumuskan solusi bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan anak, khususnya di daerah perkotaan," ucapnya di Makassar, Selasa (20/1).

Lokakarya internasional ini berlangsung selama tiga hari pada 20–22 Januari 2026 dengan tujuan berbagi praktik terbaik dalam memperkuat kolaborasi pengelolaan kesehatan anak antarnegara di kawasan Asia Pasifik.

Sejumlah delegasi dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, hadir secara langsung, sementara perwakilan dari Meksiko, Jepang, dan China Taipei mengikuti kegiatan secara daring.

“Kota Makassar memiliki sekitar 1,4 juta penduduk yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Dengan jumlah tersebut, tentu tantangan di sektor kesehatan cukup besar. Karena itu, kami sangat senang APEC dan Poltekkes membawa forum penting ini ke Makassar,” katanya.

Munafri menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kesehatan anak sebagai generasi masa depan.

“Kami tidak hanya menginginkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan kesehatan yang kuat bersama seluruh komunitas. Kesehatan anak adalah fondasi utama untuk masa depan kota ini,” ucapnya.

Ia memaparkan kondisi fasilitas dan sumber daya kesehatan di Kota Makassar di depan peserta Internasional. Saat ini Makassar memiliki 47 puskesmas, 35 puskesmas pembantu (pustu), 214 klinik, satu rumah sakit umum daerah, serta total 52 rumah sakit umum.

Menurutnya, ketersediaan data tenaga kesehatan yang akurat, terstandarisasi, dan mutakhir, menjadi kunci penguatan sistem pelayanan kesehatan.

Munafri turut menyoroti angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan serius. Data menunjukkan pada tahun 2024 terdapat 19 kasus kematian ibu dan 198 kematian bayi. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut menurun menjadi 13 kematian ibu dan 185 kematian bayi.

“Angka ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan kesehatan," ujarnya.

Karena itu Munafri menyampaikan harapannya agar lokakarya tersebut dapat memperkuat jejaring kerja sama lintas negara dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan anak dan masyarakat, khususnya di Kota Makassar.

"Kami berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa kami terapkan di Makassar," harapnya.

Sementara itu Direktur Poltekkes Makassar Rusli, menyatakan lokakarya ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga pembuat kebijakan, dalam pengelolaan kesehatan anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.