Aksi Protes Mengguncang Kota-kota Besar Iran
📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 22:07 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPekan lalu, pejabat Iran meminta serikat pekerja untuk penegakan peraturan jilbab yang lebih ketat di toko dan bisnis Teheran.
Mahasiswi yang tidak menggunakan cadar dengan benar bulan lalu diperingatkan bahwa mereka akan dilarang memasuki Universitas Teheran, sementara media lokal melaporkan bahwa sekitar 50 mahasiswa dicegah memasuki Universitas Urmia di barat laut karena melanggar aturan jilbab.
Aktivis HAM mengatakan, lebih dari 500 pengunjuk rasa telah tewas sejak September, termasuk 71 anak di bawah umur. Hampir 20.000 telah ditahan. Setidaknya empat orang telah digantung, menurut pengadilan.
Karami, juara karate berusia 22 tahun, dan Hosseini dihukum karena membunuh seorang anggota milisi pasukan paramiliter Basij.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amnesty International mengatakan, pengadilan yang menghukum Karami mengandalkan pengakuan paksa. Pengacara Hosseini mengatakan kliennya telah disiksa. Dua lainnya dieksekusi masing-masing pada 8 dan 12 Desember.
Lima aktivis perempuan yang dibebaskan pada hari Kamis mengatakan, mereka berutang kebebasan kepada solidaritas "orang-orang dan pemuda Iran yang mencintai kebebasan".
"Hari kebebasan sudah dekat," kata mereka dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!