Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aksi Protes Mengguncang Kota-kota Besar Iran

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 22:07 WIB | Oleh:
Aksi Protes Mengguncang Kota-kota Besar Iran Doc: Istimewa
Ket. Aksi protes di Zahedan, Iran, dalam cuplikan layar yang diambil dari video media sosial yang dirilis pada 17 Februari 2023 dan diperoleh oleh Reuters.

TEHERAN - Sejumlah unggahan video online menunjukan protes besar mengguncang kota-kota besar Iran, Kamis (17/2). Aksi tersebut merupakan rangkaian protes beberapa pekan terakhir, dengan demonstran menyerukan penggulingan pemerintahan Republik Islam.

Dikutip dari Reuters, pawai di berbagai kota termasuk Teheran berlanjut hingga malam menandai 40 hari eksekusi dua pengunjuk rasa bulan lalu. Mohammad Mehdi Karami dan Mohammad Hosseini digantung pada 8 Januari. Dua lainnya dieksekusi pada Desember.

Protes yang melanda Iran dimulai September lalu setelah kematian dalam tahanan wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini, karena melanggar kebijakan hijab, yang mengharuskan wanita untuk menutupi seluruh rambut dan tubuh mereka.

Tayangan video pada hari Jumat menunjukkan demonstrasi di beberapa lingkungan di Teheran serta di kota Karaj, Isfahan, Qazvin, Rasht, Arak, Masyhad, Sanandaj, Qorveh, dan Izeh di provinsi Khuzestan.

Reuters dapat mengkonfirmasi tiga video tentang aksi protes di Zahedan dan satu video di Teheran.

"Saudaraku yang syahid, kami akan membalas darahmu," teriak salah satu peserta aksi dalam video online dari kota suci Syiah, Masyhad di timur laut.

Video lain menunjukkan protes besar pada hari Jumat di Zahedan, ibu kota provinsi tenggara Sistan-Baluchistan, rumah bagi kaum minoritas Baluchi di Iran.

Sementara itu, pengadilan telah memecat dan memenjarakan seorang komandan polisi yang dituduh memperkosa seorang gadis.

"Insiden itu memicu kemarahan menjelang protes pada 30 September yang menghadapi tindakan keras di Zahedan di mana sedikitnya 66 orang tewas," kata Amnesty International.

Gelombang panjang kerusuhan ini telah menjadi salah satu tantangan terkuat bagi Republik Islam sejak revolusi 1979. Menentang aturan hijab secara terbuka, para wanita melambaikan tangan dan membakar syal mereka atau memotong rambut mereka.

Sementara kerusuhan tampaknya mereda dalam beberapa pekan terakhir, mungkin karena eksekusi atau tindakan keras, tindakan pembangkangan sipil terus berlanjut.

Nyanyian anti-pemerintah setiap malam bergema di seluruh Teheran dan kota-kota lain. Pemuda menyemprotkan grafiti di malam hari mencela republik atau membakar papan reklame pro-pemerintah atau tanda-tanda di jalan raya utama. Perempuan tak bercadar muncul di jalanan, mal, toko, dan restoran meski ada peringatan dari pejabat.

Banyak wanita di antara puluhan tahanan yang baru dibebaskan telah berpose di depan kamera. Pihak berwenang belum mundur dari kebijakan wajib berjilbab, pilar Republik Islam.

Dalam beberapa minggu terakhir media Iran telah melaporkan penutupan beberapa bisnis, restoran dan kafe karena tidak mematuhi aturan hijab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.