Memakai Masker untuk Bergaya Jadi Tren Anak Muda di Korsel
📅 Minggu, 05 Feb 2023, 20:51 WIB | Oleh: Ilham SudrajatSebanyak 40 persen dari responden menyatakan alasan utama adalah memulihkan hak untuk bernapas.
Tetapi video-video di media sosial yang menggambarkan situasi di mana orang-orang merasa lebih nyaman secara sosial, bukan secara fisik, ketika menggunakan masker sudah ditonton jutaan kali.
Maka, dapat disimpulkan bahwa alasan utama orang memakai masker di Korsel adalah tekanan sosial yang muncul dari melihat semua orang sekitar memakai masker.
Dalam salah satu video TikTok-nya, Sooyeun Park berpura-pura membuang maskernya ketika kebijakan memakai masker di luar dicabut. Namun, ia memakai masker itu lagi ketika ia menyadari tak ada seorang pun yang ikut melepas maskernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan dirinya akan tetap menggunakan masker meskipun kebijakannya sudah dicabut. "Ketika rasanya aneh menggunakan masker karena orang lain tidak memakainya, baru saya akan melepas maskerku," tutur dia.
Dalam negara yang cara berkomunikasinya tidak hanya terpatok pada kata-kata, tetapi juga konteks yang mendasari dan isyarat halus, ini sangat penting. Berbeda dengan budaya Barat, yang mengaitkan pemakaian masker dengan pelaku kejahatan atau konotasi negatif lainnya, kebanyakan negara-negara Asia memandangnya sebagai hal netral, atau bahkan positif.
Sebab, menggunakan masker adalah salah satu cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit dan memberikan kesan bahwa Anda adalah 'masyarakat patuh'.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada juga banyak alasan lain yang melatarbelakangi penggunaan masker di Korsel. Bahkan sebelum muncul wabah Covid, masker tipe KF94 sudah banyak digunakan karena butiran debu yang bertebaran. Kini, alasannya karena udara dingin.
Suhu di Korea Selatan mulai turun hingga di bawah minus 17 Celsius dan pemerintah sudah mengeluarkan peringatan gelombang dingin.
"Kebanyakan orang sekarang menggunakan masker karena dingin. Anda harus menutupi diri dari udara dingin sebisa mungkin," kata salah satu penduduk kota Seoul.
Ada juga istilah mahaeja yang populer di kalangan orang muda Korea, yang artinya kebalikan dari magikkun dan ketika diartikan menjadi "korban masker".
Istilah itu digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang penampilan indahnya disembunyikan oleh masker.
Sooyeun Park setuju dan percaya bahwa situasi akan perlahan berubah seiring berjalannya waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!