Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjaga Laut, Meredam Modernitas, Tantangan Bagi Suku Bajau, Suku yang Jadi Inspirasi James Cameron untuk Film'Avatar: The Way of Water'

📅 Senin, 09 Jan 2023, 20:42 WIB | Oleh:
Menjaga Laut, Meredam Modernitas, Tantangan Bagi Suku Bajau, Suku yang Jadi Inspirasi James Cameron untuk Film'Avatar: The Way of Water' Doc: VoA/REUTERS/Bazuki Muhammad

"Kita adalah Suku Bajau, suku yang mendiami laut yang pekerjaannya adalah mendayung, menyelam, dan melaut."

Risno, anak muda Suku Bajau mengatakan itu untuk mendeskripsikan siapa dirinya, dan seperti apa suku di mana dia dilahirkan dan dibesarkan. Risno lahir di Kampung Bajau Sampela, Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Suku Bajau (Bajo), tinggal di rumah yang didirikan di atas laut, dengan menjadikan gugusan karang sebagai dasar tiang kayu penyangga rumah. Hidup mereka di laut, dan seperti kata Risno, kegiatan mereka tak lepas dari mendayung, menyelam dan melaut.

Lahir di tengah laut, membuat anak-anak Suku Bajau akrab dengan air. Berenang adalah kemampuan dasar, sementara menyelam menjadi keahlian tambahan. Mayoritas warga Bajau mampu bertahan 5-6 menit di dalam air untuk berburu ikan, meski sebagian hanya mampu menahan nafas kurang dari 3 menit. Mereka tidak memerlukan alat bantu pernafasan ketika melakukannya.

Suku ini menjadi perhatian besar, setelah film Avatar: The Way of Water" menjadikan mereka sebagai inspirasi. Sang sutradara, James Cameron, menyinggung hal itu dalam wawancara dengan National Geographic yang dipublikasikan pada pertengahan Desember 2022.

"Ada orang-orang laut di Indonesia yang hidup di rumah panggung, rakit, dan lain sebagainya. Kami melihat hal-hal seperti ini," ujar dia.

"Mereka punya rasa hormat yang mendalam atas harmoni dan keseimbangan terhadap alam. Ada yang menato kulit tubuh dan wajahnya, dan kami melakukan versi Pandora di film," kata James.

Pekan ini, Avatar: The Way of Water dikukuhkan menjadi film paling laris pada 2022 dengan pendapatan kotor mencapai $1,52 miliar.

Bajau yang Berubah

Melihat Risno adalah melihat Bajau yang berubah. Dia baru saja menyelesaikan kuliah di Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bau Bau, Buton, Sulawesi Tenggara. Menyandang gelar sarjana adalah sesuatu yang sulit ditemukan di tengah orang Bajau pada dua dekade silam.

"Saat ini, alhamdulillah sudah 20 persen lah kalau di kampung, yang sadar akan pendidikan. Kalau yang sekolah banyak, tapi kalau yang untuk lanjut pendidikan tingkat tinggi, itu masih terhitung jari jumlahnya," kata Risno.

Risno tinggal di Bau Bau sejak menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sepanjang itu pula, dia melihat kampungnya banyak berubah. Listrik mulai masuk, air bersih mengalir meski relatif terbatas. Dulu, mereka harus mendayung untuk membeli air bersih ke daratan. Toilet umum juga masuk sebagai perubahan besar yang dicatat Risno.

"Tapi sebagian masyarakat tidak nyaman dengan WC umum itu, karena sudah biasa kan dengan proses buang air besar mereka dari dulu, yang memakai sistem los, dibuang di laut," tambah dia.

Karena pendidikan juga, banyak Orang Bajau berganti pekerjaan. Dulu, melaut adalah profesi utama. Saat ini, banyak generasi muda datang ke daratan dan menggeluti pekerjaan seperti orang lain. Rumah Risno tak luput dari perubahan. Tak lagi menggunakan kayu sebagai tiang penyangga, orang tuanya menumpuh batu karang sebagai penopang rumah mereka. Ada pula, sebagian warga yang mengganti tiang kayu itu dengan cor semen agar lebih awet.

"Ada sebagian rumah yang dasarnya ditimbun dengan batu, dan menjadi rumah seni permanen. Tapi tidak semuanya, kebanyakan rumah Suku Bajau masih memakai tiang-tiang dan masih di atas laut," kata Risno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.