Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Laut, Meredam Modernitas, Tantangan Bagi Suku Bajau, Suku yang Jadi Inspirasi James Cameron untuk Film'Avatar: The Way of Water'

📅 Senin, 09 Jan 2023, 20:42 WIB | Oleh:

Namun, Rustam yakin bahwa Suku Bajau tetap akan berada di laut. Pengetahuan dasar mereka adalah tentang laut. Laki-laki mencari ikan dan perempuan menjualnya menggunakan perahu-perahu kecil. Meskipun kehidupan laut tidak bisa dipisahkan dengan suku tersebut, lanjut Rustam, tetapi perubahan tetap terlihat. Tiang bakau untuk penyangga rumah akan diganti beton, dan rumah kayu diganti berbahan semen.

Ada tiga unsur penting bagi sebuah perkampungan Bajau, yang memberi keyakinan bahwa mereka akan tetap tinggal di tengah laut.

"Ketika dijadikan pemukiman, dia harus punya tiga item. Dia harus punya sarana air bersih, harus punya bakau dan dia harus punya terumbu karang," kata Rustam.

Bakau dan terumbu karang, dalam tradisi konstruksi rumah Bajau, setidaknya akan membuat mereka tetap berada di laut.

Penyebab Perubahan

Perubahan Suku Bajau juga menjadi perhatian antropolog Universitas Hasanuddin, Makassar, Dr Tasrifin Tahara.

"Bajau sebenarnya sudah berbeda. Bajau dulu dan Bajau sekarang. Kalau dulu, kan identik dengan suku yang tinggal di atas perahu, dengan pemukiman di atas air yang menjorok di atas laut. Pada perkembangannya, Bajau itu sudah mengalami perubahan atau penetrasi, modernisasi," kata Tasrifin.

Ia berpendapat ada empat faktor yang mendukung perubahan itu. Pertama, kata Tasrifin, adalah faktor ekonomi. Suku Bajau yang totalitas hidupnya ada di atas laut dan memanfaatkan sumber daya laut, menarik minat pedagang komoditas terkait.

Faktor kedua adalah penetrasi politik. Suara warga Bajau mulai diperhitungkan, dan sebaliknya ada warga Bajau yang mampu menjadi aktor politik, bahkan menjadi anggota DPRD. Dalam catatan Tasrifin, setidaknya ini terjadi di Wakatobi, Muna Barat dan Banggai.

Faktor selanjutnya adalah pemukiman, di mana suku Bajau mulai mengurangi migrasi, karena mereka sudah memahami konsep menetap. Sedangkan faktor keempat adalah pendidikan.

"Pendidikan dimanfaatkan putra-putra Bajau dan dijadikan media kesadaran identitas. Tadinya mereka menjadi kelompok terpinggirkan. Dengan pendidikan, mereka mengapus stigma atau stereotip sebagai masyarakat lapis kedua dalam struktur masyarakat di manapun mereka berada," tambahnya.

Identitas orang Bajau tidak lepas dari banyak mitos yang mengelilingi kehidupan mereka. Ada kisah, bahwa mereka berasal dari Kerajaan Johor di Malaysia. Mitos menyebut, mereka diutus raja mengantarkan putri ke Sulu, Filipina. Di tengah perjalanan, putri raja itu diculik. Akibatnya, tentara kerajaan tidak berani pulang ke Johor, dan memilih untuk berpindah-pindah di atas laut.

"Pemukimannya banyak ditemukan di perairan Sulawesi, Teluk Bone, kemudian di Palopo di Luwuk, kemudian di Sabah, Malaysia dan di Sulu, Filipina," kata Tasrifin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.