Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memilukan, Paus Orca Penuh Gigitan Hiu Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Plastik

📅 Selasa, 03 Jan 2023, 14:58 WIB | Oleh:
Memilukan, Paus Orca Penuh Gigitan Hiu Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Plastik Doc: Orca Rescue Foundation
Ket. Paus orca dalam kondisi tubuh yang kurus dan penuh gigitan hiu ditemukan mati terdampar di pantai timur Brazil. Selembar plastik sepanjang 2,5 kaki ditemukan di dalam perutnya.

JAKARTA - Orca atau paus pembunuh berjenis kelamin betina dan masih muda secara tragis mati karena polusi plastik.Paus setinggi 16 kaki itu ditemukan mati di sebuah pantai di negara bagian Espírito Santo, di pantai timur Brazil. Selembar plastik sepanjang 2,5 kaki ditemukan di dalam perutnya.

Menurut Newsweek, sehari sebelum kematiannya, orca difilmkan berenang ke perahu nelayan, berinteraksi dengan para penyelam di atas kapal, dan membiarkan dirinya disentuh manusia. Video itu dibagikan oleh kelompok konservasi Projeto Baleia Jubarte di Facebook.

Ahli kelautan Paulo Rodrigues mengatakan kepada media lokal bahwa orca tidak biasa bertindak seperti ini. Biasanya, manusia tidak boleh berada dalam jarak 330 kaki dari paus. Perilaku yang tampaknya menyenangkan ini kemungkinan adalah teriakan minta tolong.Keesokan harinya, tubuh paus yang kurus dan dipenuhi gigitan hiu itu ditemukan terdampar di sebuah pantai di kotamadya Serra.Teritip yang hidup di kedua sisi badannya menunjukkan bahwa dia tidak bisa berenang dengan baik untuk sementara waktu.

Asosiasi Internasional untuk Konservasi Alam memperkirakan, setidaknya 14 juta ton sampah plastik bermuara di lautan setiap tahun.Potongan plastik besar dapat tertelan oleh hewan laut atau terjerat di leher dan siripnya.Saat tertelan, potongan-potongan plastik ini dapat menyumbat sistem pencernaan mereka, membuat mereka merasa kenyang, mengurangi keinginan untuk makan, dan mempersulit hewan untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk bertahan hidup.

Sebuah nekropsi yang dilakukan Institut Orca Brasil mengungkapkan, selembar plastik keras sepanjang 2,5 kaki tergulung di dalam perut orca yang mati, bersama kantong plastik dan sampah plastik lainnya.Manajer lingkungan lembaga tersebut, João Marcelo Ramos, mengatakan kepada media lokal bahwa tidak ada lagi yang ada di perutnya selain plastik, yang menunjukkan bahwa pasu ini sudah lama tidak bisa makan.

Direktur Institut Orca, Lupércio Barbosa, mengatakan, sejumlah besar plastik telah ditemukan pada hewan laut lain di daerah tersebut, menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli biologi kelautan.

Orca diketahui berenang di sepanjang pantai Brazil dalam kelompok kecil, kata Projeto Baleia Jubarte, dan kasus terdampar lainnya telah dicatat selama pekerjaan pemantauan pantai.Kelompok konservasi tidak merinci apakah ini juga merupakan akibat dari polusi plastik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

22 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.