Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Berhasil Kembangkan 'Padi Abadi'

📅 Jumat, 11 Nov 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Berhasil Kembangkan 'Padi Abadi' Doc: Istimewa

Setelah beberapa dekade melakukan penelitian para ilmuwan berhasil menciptakan varietas padi abadi. Padi semacam ini hanya perlu ditanam sekali, selanjutnya bisa dipanen secara terus menerus selama empat kali masa panen dan hemat biaya tenaga kerja.

Ribuan petani di Tiongkok kini telah mulai menanam padi varietas baru yang luar biasa. Mereka menanam "padi abadi" (perennial rice)yang hanya ditanam sekali dan akan terus panen dari tahun ke tahun. Dengan padi ini, petani tidak perlu bekerja keras menyemai benih dan memindahkan bibit ke sawah setiap musim tanam.

Padi abadi menurut mereka membutuhkan tenaga kerja yang jauh lebih sedikit, secara dramatis mengurangi biaya produksi petani dengan tetap menghasilkan jumlah bulir padi yang sama. Dengan akarnya yang berumur panjang, padi ini memberi manfaat lingkungan yang besar, meskipun para ilmuwan membutuhkan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi hal itu.

Untuk menghasilkan bibit padi tersebut, para peneliti gabungan dari berbagai universitas telah bekerja selama lebih dari dua dekade. Keberhasilan itu membuat mereka senang dan menuangkan laporan penelitian pada jurnalNature Sustainability.

"Ini benar-benar masalah besar. Ini adalah perubahan dalam cara kita berpikir tentang pertanian," kata ahli genetika tanaman di University of Illinois, Erik Sacks, yang berkolaborasi dengan para ilmuwan Tiongkokdan ikut menulis studi baru seperti dikutip lamanWSKG.

Beberapa ilmuwan, termasuk Sacks, berharap bahwa varietas padi baru menjadi awal dari tanaman tahunan masa depan yang akan mengubah lanskap pertanian, melestarikan tanah yang rentan, dan memperkaya ekosistem alami. Namun ilmuwan masih skeptis model ini dapat berhasil jika direplikasi pada tanaman utama lainnya seperti gandum atau jagung.

Shilai Zhang, salah satu pemimpin kelompok riset Universitas Yunnan, mengatakan awalnya para peneliti Tiongkok mencoba membuat versi pada abadi pada era '70-an, tetapi gagal. Mereka mencapai terobosan penting pada 1996 dengan melakukan penyerbukan silang varietas padi konvensional dengan kerabat padi yang tumbuh liar di Afrika yang memiliki sifat abadi.

Embrio yang dihasilkan biasanya tidak akan bertahan, tetapi para ilmuwan menggunakan teknik laboratorium yang disebut kultur jaringan untuk menumbuhkan tanaman padi hibrida baru darinya. Tanaman ini memiliki akar hidup yang permanen seperti induknya di Afrika, tetapi juga dapat dikawin silangkan dengan padi budidaya standar.

Zhang dan rekan-rekannya menumbuhkan ribuan keturunan dari hibridisasi ini, mencoba menemukan varietas yang tahan lama, namun juga menghasilkan panen beras berkualitas tinggi yang melimpah.

"Kami gagal lagi dan lagi," tulis Zhang.

Ia mengatakan pada awalnya petani lokal mengira bahwa mereka hanya menanam rumput liar, bukan padi pada umumnya. Namun, pada 2018, para peneliti akhirnya memiliki varietas abadi tersebut dan kemudian mereka memberikannya ke petani di Tiongkok.

Varietas lain lalu mulai dipasarkan dua tahun kemudian dan para ilmuwan akan terus mengembangkan padi abadi ini.

Menurut para peneliti, sekitar 11.000 pertanian kecil menanam padi abadi pada 2020, di area total sekitar 9.000 hektare. Setahun kemudian, jumlah petani yang mau mencoba varietas baru meningkat empat kali lipat, dan luas tanam melonjak menjadi 38.000 hektare.

Menurut Zhang, banyak petani yang tertarik dengan padi tahunan karena tidak membutuhkan banyak biaya tenaga. Pada penanaman di beberapa daerah di Tiongkok, hal itu cocok karena berkurangnya para petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.