Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BYD Umumkan Teknologi Pengisian Daya Super 1.000 Volt, Secepat Pengisian BBM Kendaraan Konvensional

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 15:25 WIB | Oleh:
BYD Umumkan Teknologi Pengisian Daya Super 1.000 Volt, Secepat Pengisian BBM Kendaraan Konvensional Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi pengisian daya untuk mobil listrik BYD.

BEIJING - Produsen mobil listrik Tiongkok, BYD, mengumumkan terobosan baru dalam teknologi pengisian daya kendaraan listrik melalui Super E-Platform, yang diklaim mampu mengisi daya setara dengan kecepatan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

Dalam video yang diunggah di Weibo, BYD menunjukkan bahwa kendaraan listrik yang kompatibel dengan teknologi ini dapat memperoleh tambahan 20 km jarak tempuh hanya dalam 10 detik. Jika klaim ini benar, maka ini akan menjadi revolusi besar dalam industri EV, yang saat ini masih menghadapi tantangan terkait waktu pengisian daya.

Saat ini, pengisian daya tercepat untuk kendaraan listrik menggunakan pengisian cepat DC (fast charging), yang membutuhkan 20 menit hingga satu jam untuk pengisian penuh. Bahkan Tesla Supercharger hanya mencapai 250 kW, sementara pengisi daya tercepat saat ini berada di angka 350 kW.

Namun, Super E-Platform BYD disebut mampu menggunakan daya hingga tingkat megawatt, yang berarti kecepatan pengisiannya bisa hampir dua kali lipat lebih cepat dibandingkan teknologi yang ada saat ini.

Meski menjanjikan, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian daya, seperti:

•Suhu baterai dan lingkungan

•Kapasitas baterai kendaraan

•Stabilitas daya dari stasiun pengisian

BYD belum mengungkap detail teknis mengenai cara kerja Super E-Platform, termasuk bagaimana teknologi ini menangani faktor-faktor tersebut.

Saat ini, Super E-Platform hanya kompatibel dengan dua model terbaru BYD, yaitu Han L dan Tang L.Belum ada informasi mengenai kapan teknologi ini akan diterapkan pada model lain atau diperluas ke pasar global.

BYD telah memasuki pasar Eropa dan Asia, tetapi belum menjual kendaraan listriknya di Amerika Serikat. Salah satu penyebabnya adalah:

•Regulasi ketat terhadap produk China, termasuk kekhawatiran soal keamanan data dan pengawasan.

•Tarif tinggi yang diterapkan untuk kendaraan listrik asal China.

•Kebijakan pemerintahan Biden yang melarang perangkat lunak atau perangkat keras dari perusahaan China di kendaraan penumpang mulai tahun 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.