Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Honda Perkenalkan Teknologi Hibrida e:HEV

📅 Senin, 15 Agu 2022, 20:08 WIB | Oleh:
Honda Perkenalkan Teknologi Hibrida e:HEV Doc: ISTIMEWA
Ket. honda

JAKARTA - Honda mengumumkan visi elektrifikasinya pada pembukaan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show(GIIAS) 2022, yang berlangsung Kamis 11 Agustus 2022. Visi ini berupa rencana untuk memperkenalkan dua model sistem hibrida dengan nama e:HEV di Indonesia pada 2023 mendatang.

Bagi Honda, teknologi hybrid yang digunakan model e:HEV akan menjadi jembatan transisi menuju elektrifikasi sepenuhnya di masa mendatang. Pada tahun-tahun berikutnya Honda akan mengumumkan model-model mobil listrik, termasuk model yang akan diproduksi secara lokal di Indonesia.

"Rencana tersebut sejalan dengan target Honda mencapai netralitas karbon (Zero Carbon) untuk semua produk maupun aktivitas perusahaan pada tahun 2050. Untuk produk-produknya sendiri, Honda menargetkan mencapai elektrifikasi 100 persen untuk semua modelnya secara global pada 2040.

"Mendukung langkah tersebut, Honda juga telah mengumumkan akan memperkenalkan setidaknya 30 model berbasis listrik secara global hingga 2030, dengan total produksi menjadi 2 juta unit per tahunnya," ungkap Sales Marketing & Business Innovation Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy melalui siaran pers Senin (15/8).

Untuk mendukung hal tersebut, Honda menjalankan inisiatif e:Technology yang merupakan rencana elektrifikasi untuk tiga pilar produk Honda, yaitu mobil, sepeda motor, dan power product. Simbol "e:" mengacu pada energi dan elektrifikasi dengan memberi semangat (energize) untuk membuat hidup manusia lebih bahagia.

Honda berusaha mewujudkannya dengan menciptakan teknologi elektrifikasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kebersihan dari mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) yang ada saat ini. Produk teknologi hibrida atau disebut sebagai e:HEV merupakan pendorong utama Honda yang digunakan Honda saat ini untuk mencapai visi elektrifikasinya.

"Bagi Honda, teknologi harus selalu mengikuti kebutuhan konsumen dan lingkungannya. Kami menilai bahwa teknologi hibrida merupakan jembatan yang tepat sebagai transisi dari teknologi mesin berbahan bakar minyak menuju elektrifikasi sepenuhnya, dengan memberi kesempatan bagi konsumen untuk mengenal dan membiasakan diri dengan teknologi baterai," ujar dia.

Sistem e:HEV yang dimiliki Honda saat ini diklaim memiliki sangat efisien untuk mengurangi karbon, menghemat penggunaan energi, namun tetap menyenangkan untuk dikendarai. Kedua motor listrik dan mesin dapat beroperasi secara independen serta menghasilkan pengalaman berkendara yang efisien di berbagai situasi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sistem e:HEV terdiri dari empat komponen utama, yaitu Atkinson Cycle Engine, Electronic CVT (e-CVT), Intelligent Power Unit, dan Power Control Unit. Atkinson Cycle Engine merupakan mesin Direct Injection, 4-cylinders DOHC i-VTEC yang menggunakan bahan bakar bensin.

Pada sistem e:HEV, mesin ini berfungsi untuk memberi tenaga kepada motor generator sehingga dapat menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor drive, memberi tenaga langsung ke roda saat berkendara di kecepatan tinggi, dan mengisi daya baterai.

Putaran mesin kemudian diteruskan oleh motor generator yang berada di dalam e-CVT untuk menghasilkan daya listrik dengan efisiensi tinggi dan mengisi daya baterai. Sementara motor drive di dalam e-CVT berfungsi menyalurkan putaran ke roda dengan tenaga dan traksi yang tinggi, serta menghasilkan daya listrik saat deselerasi.

Kinerja motor pada E-CVT dikontrol oleh Power Control Unit yang juga sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebutuhan listrik antara baterai dan motor. Daya listrik pada sistem e:HEV disimpan dalam Intelligent Power Unit yang menggunakan Lithium Ion Battery berkapasitas tinggi. Unit ini mempunyai kapasitas penyimpanan daya hingga 300V.

Sistem hibrida e:HEV mempunyai tiga mode berkendara, yang secara otomatis akan berganti sesuai dengan kondisi pengendaraan dan beban mesin. Dalam kondisi berkendara normal dengan beban mesin rendah, sistem akan menggunakan mode EV dimana hanya baterai yang menggerakan motor sehingga tidak ada bensin yang digunakan.

Saat mobil berakselerasi dengan lebih kuat, sistem akan menggunakan model hibrida dengan mesin dan baterai bekerja bersamaan untuk menghasilkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar. Saat berkendara dalam kecepatan tinggi, sistem akan menggunakan mode Engine Drive, dimana mesin secara penuh akan menggerakan roda untuk menghasilkan tenaga lebih besar sekaligus mengisi daya baterai secara bersamaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Swiatek Harus Lebih Konsist...
Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.