Portugal Waspadai Mental Baja Kroasia
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 06:53 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraTORONTO – Babak gugur Piala Dunia 2026 langsung menyajikan laga berkelas. Portugal dan Kroasia. Dua tim kerap menciptakan kejutan di turnamen besar. Mereka akan berhadapan dalam laga babak 32 besar di BMO Field, Toronto, Kanada, Jumat (3/7) dini hari WIB.
Portugal datang dengan status unggulan. Namun, performa tim berjuluk Selecao itu sepanjang fase grup belum sepenuhnya meyakinkan. Tim asuhan Roberto Martinez hanya mampu finis sebagai runner-up Grup K di belakang Kolombia setelah mengoleksi lima poin hasil sekali menang dan dua kali seri.
Mereka mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Kongo sebelum bangkit lewat kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan. Cristiano Ronaldo menjadi bintang dengan dua golnya, tetapi Portugal kembali kehilangan ketajaman ketika ditahan tanpa gol oleh Kolombia dalam laga terakhir fase grup.
Posisi runner-up membuat jalan Portugal menuju trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah menjadi jauh lebih terjal. Apabila berhasil menyingkirkan Kroasia, mereka berpotensi langsung bertemu juara Eropa Spanyol di babak 16 besar, sebelum kemungkinan menghadapi Amerika Serikat, Belgia, atau Senegal di perempat final serta Prancis atau Maroko di semifinal.
Meski demikian, Portugal memiliki modal penting berupa catatan delapan pertandingan tanpa kekalahan sejak tumbang dari Irlandia dalam kualifikasi Piala Dunia. Dalam periode tersebut, mereka membukukan lima kemenangan, tiga hasil imbang, hanya kebobolan empat gol, serta mencatat empat clean sheet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, rekor pertemuan juga memihak Selecao. Dari 10 laga terakhir melawan Kroasia, Portugal meraih tujuh kemenangan. Mereka bahkan memenangi lima dari enam pertemuan kompetitif terakhir, termasuk kemenangan dalam laga babak 16 besar Piala Eropa 2016 yang menjadi awal perjalanan menuju gelar juara.
Pelatih Portugal Roberto Martinez menegaskan tim asuhannya tetap percaya diri meski sempat menuai kritik akibat dua hasil imbang di fase grup. Tim tetap tenang. Dua hasil imbang bukan berarti kehilangan kepercayaan diri atau membuat orang mulai meragukan Portugal.
Anak-anak Porto sangat siap menghadapi Kroasia dan yakin bisa memenangkan pertandingan. Portugal sudah sering menghadapi mereka sehingga memahami kekuatan maupun kelemahannya. “Sekarang tugas kami adalah memanfaatkan semua itu di lapangan,” ujar Martinez.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kubu seberang, Kroasia kembali membuktikan diri sebagai spesialis turnamen besar. Finalis Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga edisi 2022 itu lolos dari Grup L setelah bangkit dari kekalahan 2-4 atas Inggris di laga pembuka.
Tim asuhan Zlatko Dalic kemudian mengalahkan Panama 1-0 sebelum menundukkan Ghana 2-1 untuk memastikan tempat di fase gugur. Dalam pertandingan terakhir tersebut, Luka Modric kembali menorehkan sejarah sebagai pemain tertua yang mencatat assist di Piala Dunia ketika mengirim umpan kepada Nikola Vlasic yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-83.
Dalam 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Kroasia meraih 11 kemenangan. Namun, seluruh empat kekalahan mereka terjadi saat menghadapi negara-negara dengan peringkat FIFA lebih tinggi, termasuk Portugal, sehingga laga kali ini menjadi ujian sesungguhnya bagi tim berjuluk Vatreni tersebut.
Dalic minta suporter Kroasia tetap memberikan dukungan penuh kepada tim nasional yang selama hampir satu dekade terus menghadirkan prestasi di panggung dunia. Kroasia seperti kembali ke situasi delapan tahun lalu. Lolos ke fase gugur hanyalah langkah pertama menuju target yang lebih besar. Tim nasional ini pantas mendapatkan apresiasi karena telah memberikan begitu banyak kebanggaan bagi Kroasia. “Menang ataupun kalah, para pemain ini layak mendapat dukungan atas semua yang telah mereka lakukan untuk negara,” ujar Dalic.
Kondisi Tim
Portugal diperkirakan kembali menurunkan komposisi terbaiknya. Cristiano Ronaldo tetap menjadi tumpuan di lini depan. Penyerang berusia 41 tahun itu telah mengoleksi dua gol dan kembali mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!