Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KUALA LUMPUR – Otoritas Malaysia memutuskan menurunkan harga bahan bakar minyak jenis bensin dan solar tanpa subsidi senilai 10 sen selama sepekan 1–8 Juli 2026.
"Selaras dengan formula Automatic Pricing Mechanism (APM), harga eceran bensin dan solar tanpa subsidi untuk pekan ini diturunkan seiring dengan penurunan rata-rata harga pasar internasional pada pekan sebelumnya," demikian pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia dikutip di Kuala Lumpur, Rabu (01/7).
Selama periode 1–8 Juli 2026 harga eceran RON97 diturunkan sebesar 10 sen menjadi RM4 per liter (setara Rp17.527).
Harga eceran RON95 tanpa subsidi juga diturunkan sebesar 10 sen menjadi RM3,37 per liter (Rp14.766). Sementara itu, harga eceran solar tanpa subsidi diturunkan sebesar 10 sen menjadi RM3,97 per liter (Rp17.395).
Penurunan harga bensin eceran dan solar itu untuk menyelaraskan perkembangan harga baru, serta seiring penerapan kebijakan harga solar bersubsidi yang baru di Malaysia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otoritas Malaysia berpandangan harga minyak bumi di pasar internasional terus menunjukkan tren moderat dibandingkan dengan level tertinggi yang tercatat pada puncak krisis di Asia Barat.
Perkembangan ini didukung oleh tanda-tanda pemulihan aliran pasokan global serta harapan bahwa perundingan terkait konflik Asia Baratdapat mengurangi risiko terganggunya pasokan minyak mentah.
Namun demikian, otoritas Malaysia memandang pasar minyak bumi global masih belum sepenuhnya kembali stabil. Risiko terhadap harga minyak mentah, biaya pengiriman, dan stabilitas pasokan masih tetap ada selama konflik belum mencapai penyelesaian akhir, sementara pemulihan rantai pasokan juga memerlukan waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun pasokan bahan bakar nasional saat ini masih mencukupi, pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat agar terus menggunakan bahan bakar secara hemat.
Otoritas Malaysia menyatakan perencanaan perjalanan yang lebih efisien serta mengurangi perjalanan yang tidak perlu dapat membantu memperpanjang ketersediaan pasokan nasional sekaligus mengurangi tekanan terhadap belanja subsidi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!