Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Akan Revitalisasi Labkesmas

📅 Jumat, 12 Agu 2022, 00:07 WIB | Oleh:
Menkes Akan Revitalisasi Labkesmas Doc: Antaranews
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan merevitalisasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Hal ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan.

"Kita akan merevitalisasi laboratorium kesehatan masyarakat," ujar Budi dalam acara Transformasi Kesehatan Pemerintah Daerah, di Jakarta, Rabu (10/8).
Dia menerangkan, belajar dari Pandemi Covid-19 dibutuhkan laboratorium yang bersifat screening untuk mengecek status penyakit dalam tubuh seseorang. Revitalisasi tersebut akan dimulai dari tingkat Puskesmas.

"Kita butuh lab sifatnya screening, bukan klinis. Nanti kita akan rapikan mulai dari level Puskesmas alat-alat kita tambah," jelasnya.

Dia menyebut, untuk level kabupaten/kota dan provinsi dibutuhkan laboratorium biosafety level 2. Untuk level kabupaten/kota terdapat fasilitas PCR sedangkan untuk provinsi memiliki fasilitas Genom Sequencee.

"Itu dengan pengembangan teknologi makin banyak, genom sequence juga bisa dibawa dan bisa ditenteng-tenteng. Kalau sudah lebih stabil dan harga lebih murah bisa kita beli sehingga orang bisa melakukan genom sequencee di level posyandu," katanya.

Vaksinasi Booster
Lebih lanjut, Budi mengingatkan, masyarakat jangan sampai merasa aman hanya karena sudah vaksinasi dosis 1 dan dosis 2. Efikasi vaksin akan turun setelah 6 bulan karena itu perlu dilakukan vaksinasi booster.

Dia menambahkan, vaksinasi dan booster bisa mengurangi risiko kematian dan masuk rumah sakit. Mayoritas penyebab pasien Covid-19 dengan kondisi berat di rumah sakit dan pasien yang meninggal karena tidak divaksin atau vaksinnya belum lengkap.

"Oleh karena itu masyarakat diimbau divaksinasi dosis lengkap dan booster karena itu mengulangi risiko masuk rumah sakit atau risiko kematian," ucapnya.

Dia menekankan, lansia yang tertular Covid-19 dan dirawat di rumah sakit memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi daripada lansia di bawah usia 50 tahun. Lalu, paling banyak masuk rumah sakit dan meninggal adalah yang belum divaksin.

"Jadi pesan saya cuman satu, cepat-cepat divaksin dan booster, kalau tertular tidak apa-apa tapi insha Allah tidak masuk rumah sakit dan mengurangi risiko kematian," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Olahraga
Laga AC Milan dan Inter Mil...

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

2 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kabut Asap Selimuti Kota Pa...
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.