Waspadai Tren Inflasi Dalam Jangka Panjang
📅 Selasa, 02 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSusilo menjelaskan kenaikan suku bunga penting untuk mengimbangi kenaikan suku bunga di negara-negara tetangga dan juga di negara maju agar capital outflow bisa terkendali. Bagi investor, awal Agustus ini jadi sinyal kemana uangnya akan dipindahkan. Indonesia, menurut Susilo memang tidak boleh terlambat mengambil keputusan. "Makin cepat diputuskan kenaikannya maka akan jelas sinyal kebijakannya," jelasnya.
Kenaikan suku bunga tambah Susilo, penting untuk mengurangi uang yang beredar agar inflasi yang ditakutkan akan menekan ekonomi nasional juga bisa dikendalikan. Hari ini, menurut Susilo, tak hanya pangan dan energi, bahkan mencari motor baru di dealer-dealer pun sulit karena pasokan terbatas akibat terlambatnya pabrikan komponen otomotif. Harga otomotif terutama motor memang belum ada kenaikan, tapi barang sudah susah dicari.
"Kalau suku bunga acuan naik harapannya kan konsumsi yang tak perlu bisa ditekan, investasi diperbanyak," kata Susilo.
Namun kenaikan suku bunga juga mesti menimbang kebutuhan untuk memacu pertumbuhan ekonomi terutama di sisi kredit. Jangan sampai suku bunga kredit naik terlalu cepat melebihi tren kenaikan suku bunga acuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kredit harus lebih efisien pengelolaannya," pungkas Susilo.
Ketua KSSK, Sri Mulyani mengatakan inflasi Indonesia pada Juli sebesar 4,94 persen (yoy) relatif moderat di tengah tingginya tekanan global. Laju inflasi Indonesia yang menunjukkan tren meningkat disebabkan dari sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas dunia dan gangguan pasokan di domestik.
Meski demikian, inflasi inti jelasnya tetap terjaga pada tingkat 2,86 persen (yoy) karena didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!