Go Internasional! Media Fashion Asing Sorot dan Komentari Fenomena Citayam Fashion Week di Sudirman
📅 Rabu, 13 Jul 2022, 11:34 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Antara
Fenomena ratusan remaja dari Citayam, Depok, dan Bojonggede yang memadati kawasan Sudirman ramai diperbicangkan belakangan ini. Bahkan, media harian mode atau fashion asal Jepang, Tokyo Fashion turut menyoroti fenomena tersebut.
Tokyo Fashion menyoroti fenomena yang dikenal Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman lantaran mereka memakai pakaian dengan beragam mode sehingga mirip street fashion. Media yang dikenal seringkali mengulas terkait mode atau fashion ini pun turut mendukung adanya fenomena Citayam Fashion Week.
"Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia yang berdandan dan membuat jalan-jalan di Jakarta Pusat menjadi hidup sebagai fashion catwalk, tidak seperti Harajuku di Jepang. Semoga beberapa situs/akun street snap Indonesia mendokumentasikan & mendukung adegan tersebut," cuit akun @TokyoFashion menanggapi thread @sofiaflorina, dikutip Rabu (13/7).
Tokyo Fashion berharap masyarakat di Tanah Air bisa membantu membangun komunitas street fashion di Jakarta layaknya Citayam Fashion Week. Salah satunya dengan membuat akun media sosial yang secara teratur mengunggah foto para remaja yang menggunakan berbagai pakaian tersebut untuk saling bertemu, mendorong, menginspirasi, dan secara tidak langsung mempromosikan kawasan Sudirman untuk acara mode lokal.
"Untuk waktu yang lama, Instagram tempat yang jelas untuk mendokumentasikan gaya jalanan, hari ini TikTok sangat populer di kalangan generasi termuda terutama anak-anak Harajuku. Video juga memberi Anda cara lain untuk menunjukkan kepribadian orang. Tidak yakin apa yang paling populer di Indonesia," tulisnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu, fenomena Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman tiak lepas dari sisi negatif. Tak sedikit masyarakat yang menentang perkumpulan remaja tersebut lantaran membuat kawasan Sudirman menjadi penuh sampah.
"Seseorang di thread menyebutkan tentang membuang sampah sembarangan, jelas hal ini perlu dipastikan bahwa para remaja tersebut tidak menyebabkan masalah bagi penduduk atau bisnis lokal. Tidak yakin bagaimana berkomunikasi tentang itu, tetapi secara umum, kita harus hidup berdampingan dengan baik bersama komunitas lokal," lanjut pernyataan media itu.
Tokyo Fashion juga membeberkan kehadiran Harajuku fashion street di Jepang dahulu juga tidak dihargai oleh masyarakat setempat. Namun, Harajuku sampai kini masih bisa eksis usai mahasiswa dari perguruan tinggi mode dan kecantikan di Tokyo ikut berkontribusi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Salah satu hal yang membantu Harajuku tetap hidup adalah banyaknya mahasiswa dari perguruan tinggi mode dan kecantikan Tokyo di lingkungan fashion jalanan. Mereka sering membawa anak-anak Harajuku lain ke proyek sekolah mereka sebagai model, pembantu, dan lain-lain," tambahnya.
"Hal lain yang membuat sebagian orang lebih mudah menerima adegan fashion jalanan adalah remaja ini menghabiskan uang di toko-toko lokal di Harajuku. Tidak ada yang membuat skeptis komunitas lebih bahagia daripada pelanggan yang membayar," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!