Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan 'Malaikat Maut' Akibat Fenomena Micro Celebrity

📅 Senin, 20 Jun 2022, 17:41 WIB | Oleh:
Tantangan 'Malaikat Maut' Akibat Fenomena Micro Celebrity Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Surabaya Bagong Suryanto.

SURABAYA - Baru-baru ini muncul fenomena remaja menghadang truk yang menjadi tren video pada platform TikTok. Bahkan aksi yang dikenal dengan challenge 'malaikat maut' tersebut kembali menelan korban hingga tewas. Melansir dari berbagai sumber, salah satu teman memberikan kesaksian, bahwa mereka telah membuat video yang sama supaya viral.Menanggapi itu, Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Surabaya Bagong Suryanto, mengatakan, media sosial sekarang menyediakan kesempatan bagi siapapun untuk melakukan mobilitas vertikal. Media sosial, lanjutnya, berubah statusnya dari yang biasa membuatnya populer atau disebut micro celebrity. Karena media sosial, orang biasa yang bukan siapa-siapa menjadi terkenal."Nah, itu membentuk mimpi bagi anak-anak. Untuk menerobos popularitas melalui jalan pintas, seperti membuat konten TikTok, foto Instagram, dan vlog yang dirasa membuat mereka terkenal dengan cepat," ujarnya lewat pernyataan, Senin (20/6).Kurang pengawasanMenurut Bagong, fenomena hadang truk berkaitan dengan subkultur anak-anak yang sok jagoan. Pada kalangan remaja, mereka ingin menunjukkan identitas sosialnya, termasuk berani melawan bahaya, menentang norma, lalu diekspresikan lewat membuat konten tanpa menyadari risiko keselamatan nyawanya.Menjawab perihal orang tua yang seolah olah tidak tahu, Dekan FISIP Unair itu juga menyebutkan terdapat kesenjangan budaya antara orang tua dan anak-anak yang disebabkan perbedaan generasi."Sebagian besar orang tua, sambungnya, tidak mengetahui aktivitas anaknya dengan konten, sehingga kurang pengawasan dalam bidang tersebut," terangnya.Untuk mencegah atau mengatasi fenomena yang serupa, Bagong menyarankan untuk mengajak anak melakukan aktivitas yang bermanfaat. Menurutnya, ada namanya kampanye bijak bermedia sosial. Anak-anak yang sudah terlanjur itu, perlu pengawasan dari sekitarnya, khususnya orang tua."Untuk ikut mengawasi dan mencegah supaya para remaja tidak melakukan tindakan yang keliru dalam bermedia sosial. Hal itu memang membutuhkan orang terdekat, yang lebih memiliki kesadaran literasi, agar tidak terjadi," jelasnya.Pada akhir, ia menegaskan, anak-anak tidak bisa sekadar dilarang, melainkan mengarahkan ke kegiatan lain, melalui menerapkan pendekatan yang memahami subkultur. Misalnya, aktivitas yang memfasilitasi mentalitas sok jagoannya, sekaligus bisa menjaga keselamatannya."Selain itu, perlu bersama mencari jalan keluar yang dibarengi pengawasan demi memastikan keselamatan anak-anak," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.