Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemeriksaan Kesehatan Warga Buleleng Dilakukan hingga ke Kampung-kampung

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Pemeriksaan Kesehatan Warga Buleleng Dilakukan hingga ke Kampung-kampung Doc: ist
Ket. pemeriksaan medis

BULELENG – Untuk memastikan kesehatan warga Buleleng, petugas medis memeriksa warga hingga ke pelosok-pelosok kampong. Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali melalui Dinas Kesehatan setempat terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke desa-desa dengan menggelar gebyar layanan sampai ke pelosok.

"Perluasan ini dilakukan untuk mempercepat capaian target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun sebagaimana ditetapkan Bupati Buleleng," kata Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto di Singaraja, Buleleng, Bali, Jumat.

Menurut dia, sebelumnya, layanan CKG telah dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut.

Dengan pola jemput bola sampai ke pelbagai pelosok desa di Buleleng, tenaga kesehatan kini akan turun langsung ke desa agar akses layanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Pihaknya juga menyampaikan program yang telah berjalan selama dua bulan tersebut menunjukkan progres positif. Meski demikian, percepatan tetap diperlukan guna memastikan target partisipasi dapat tercapai.

“Di tahun ini kita ditargetkan 46 persen. Karena itu kita lakukan gebyar-gebyar di desa agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan program unggulan pemerintah ini,” ujar dia.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis diberikan kepada seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia.

Layanan tersebut meliputi deteksi dini hipertensi, risiko stroke, gangguan mobilitas dan penurunan kebugaran pada lansia, hingga skrining penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Selain pelayanan medis, pendekatan lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa. Sosialisasi digencarkan untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya.

Sucipto lebih jauh memaparkan, program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Deteksi dini memungkinkan penanganan penyakit dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup di Kabupaten Buleleng yang pada periode 2020–2025 tercatat berada pada kisaran 75,06 tahun.

“Semakin awal kita tahu kondisi kesehatan masyarakat, semakin baik penanganannya. Harapannya tentu umur harapan hidup bisa meningkat,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.