Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Buruk, BMKG Imbau Nelayan Aceh Tak Melaut Dulu karena Hal Membahayakan Ini

📅 Jumat, 03 Jun 2022, 06:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Buruk, BMKG Imbau Nelayan Aceh Tak Melaut Dulu karena Hal Membahayakan Ini Doc: ANTARA/Ampelsa
Ket. Kapal nelyan lego jangkar saat terjadi angin kencang di perairain Kampung Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Minggu (26/8/2012).

Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan di Provinsi Aceh tidak melaut terlebih dahulu karena angin kencang masih melanda provinsi paling barat Indonesia itu dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmaddi Aceh Besar, Kamis, mengatakan saat ini wilayah Aceh masih dalam musim angin barat sehingga lazim dilanda cuaca buruk, berupa angin dengan kecepatan tinggi yang mengakibatkan gelombang laut cukup tinggi.

"Gelombang laut mulai bulan Juni, Juli, Agustus itu memang tinggi. Karena musim angin barat di Aceh ini kecepatan angin lebih tinggi sehingga berpengaruh pada tinggi gelombang laut," kata dia.

Ia mengatakan untuk perairan Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan Barat Aceh, dan Samudera Hindia barat Aceh dengan perkiraan tinggi gelombang laut mulai 1,25-5 meter.

"Ini sudah masuk gelombang laut dengan kategori tinggi," kata dia.

Tinggi gelombang laut di perairan penyeberangan, lanjut dia, masih kategori rendah hingga menengah, baik perairan penyeberangan Sabang-Banda Aceh maupun Simeulue-Meulaboh, yaitu antara 0,1-2,5 meter sehingga aman, namun tetap harus diwaspadai.

Rata-rata, kata dia, kecepatan angin di perairan laut Aceh pada musim barat tersebut antara 20-40 kilometer per jam.

Oleh sebab itu, nelayan Aceh, khususnya di wilayah barat-selatan harus berhati-hati dan jangan melaut dulu karena gelombang laut masih tinggi.

"Kalaupun harus melaut karena alasan ekonomi maka jangan terlalu ke tengah, sehingga ketika ada peningkatan kecepatan angin, peningkatan tinggi gelombang laut maka dengan cepat menepi," katanya.

Imbauan ini, kata Zakaria, dikeluarkan setiap tiga hari sekali.

"Karena walaupun kondisi ini hingga Agustus, tapi ada juga hari-hari yang tidak tinggi gelombang atau kecepatan angin rendah," katanya.

Di samping itu, katanya, kondisi cuaca di sejumlah kabupaten/kota di Aceh sudah sedikit membaik dibandingkan dengan selama beberapa hari terakhir dengan kecepatan angin mencapai 100 kilometer per jam.

Terkait dengan kecepatan angin, kata dia, masih tetap harus diwaspadai, terutama untuk Kota Sabang. Di daratan kecepatan angin antara 10-30 kilometer per jam.

"Dan untuk daerah Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Subulussalam, perlu waspada terhadap hujan sedang dan angin kencang juga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
JD Vance Tunda Perjalanan k...

Bulog Timika: Stok Beras Aman hingga Lima Bulan ke Depan

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Bulog Timika: Stok Beras Am...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.